Jumat, 18 April 2014

KONTES Blog! GiveAway Bulan Pusaka Pekanbaru 2014

Bulan Pusaka Pekanbaru 2014

Wujud kepedulian terhadap kelestarian Pusaka Daerah di Provinsi Riau, Yayasan Riau Heritage bersama Gramedia Pekanbaru memiliki program untuk memperkenalkan keberadaan Pusaka Daerah kepada masyarakat Riau, khususnya kota Pekanbaru. Program ini diberi nama “Bulan Pusaka Pekanbaru 2014”.


Salah satu lomba yang akan diadakan adalah Kontes Blog Bulan Pusaka Pekanbaru 2014, kami mengajak partisipasi masyarakat yang mengunjungi acara Bulan Pusaka Pekanbaru 2014 untuk mengikuti Kontes Blog.
Karena banyaknya rangkaian acara di Pojok Harian maupun Mingguan, maka Kontes Blog ini menyuruh peserta menceritakan Kemeriahan setiap sudut yang ada di acara Bulan Pusaka Pekanbaru 2014.


Syarat Peserta
  1. Blogger yang memiliki blog aktif platform apapun (Blogspot, Wordpress, Tumblr).
  2. Memiliki alamat di Riau dan pernah menghadiri acara Bulan Pusaka Pekanbaru 2014 yang diselenggarakan selama sebulan
  3. Setiap blogger hanya mengikutsertakan 1 (satu) artikel.
Ketentuan Umum
  1. Tema postingan : “Kemeriahan Bulan Pusaka Pekanbaru 2014”.
  2. Judul bebas
  3. Panjang artikel Minimal 400 kata.
  4. Artikel wajib memasang  foto acara yang diceritakan.
  5. Foto hendaknya milik sendiri yg diambil sendiri menggunakan gadget sendiri atau minjam.
  6. Boleh menggunakan bahasa Indonesia resmi, bahasa Indonesia gaul (tapi bukan gaul yang seperti ini 4kU 5uK4 d14), maupun bahasa Inggris. Di mix juga silahkan.
  7. Artikel yang di ikutkan tidak bersinggungan dengan SARA serta tidak memprovokasi orang untuk melakukan tindakan negatif.
  8. Artikel yang didaftarkan dalam kontes ini belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun dan di media manapun.
  9. Pada bagian akhir postingan silahkan ditambahkan kalimat : Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Blog : Bulan Pusaka Pekanbaru 2014
  10. Cantumkan gambar (*) dan beri link hidup yang mengarah ke web www.riauheritage.org

Waktu Kontes
  1. Kontes Blog Bulan Pusaka Gramedia Pekanbaru dimulai tanggal  18 April 2014.
  2. Penutupan pendaftaran 16 Mei 2014 jam 16.00 wib.
  3. Pengumuman pemenang dilaksanakan tanggal 18 Mei 2014 jam 19.00 wib.

Ketentuan Tambahan yang Wajib :
Cara pendaftaran via twitter @bulanpusaka dengan mencantumkan hastag #GABulanPusaka

Gambar (*)


Script :
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmlJV339ktIDBixzeFTcavizKTTbjt8zqPTLgk8d0hq8i40jQe2BiS51E66_U-xF_wPtEM6FnhOn4iTO6gTy8KPMICnKxTfoz_oF-ebjvQRKCxughhfKJ8vRP3AybTg4VCDLqaOKu14W0/s1600/new+copy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmlJV339ktIDBixzeFTcavizKTTbjt8zqPTLgk8d0hq8i40jQe2BiS51E66_U-xF_wPtEM6FnhOn4iTO6gTy8KPMICnKxTfoz_oF-ebjvQRKCxughhfKJ8vRP3AybTg4VCDLqaOKu14W0/s1600/new+copy.jpg" height="400" width="300" /></a></div>


 Selamat Berjuang, Semoga Anda yang menjadi Pemenang! :D

BACA SELANJUTNYA di - KONTES Blog! GiveAway Bulan Pusaka Pekanbaru 2014

Selasa, 25 Februari 2014

Desa Adat, Kebakaran Hutan dan Asap Riau @DediAriandi1 dan Al Azhar


Cagar Biosfer Giam Siak Kecil - Bukit Batu (GSK-BB)
milik Pojok Photo cc: Bang Fiko dan @RiauMagz

Diskusi @DediAriandi1 dan Al Azhar tentang Desa Adat, Kebakaran Hutan dan Asap Riau

1. Seperti banyak UU di Indonesia, UU Desa Adat juga belum memiliki Peraturan Pemerintah dan Petunjuk teknis #asapriau

2. Menurut UU tersebut, yang masuk ktgr Desa Adat, memiliki struktur pemerintahan adat, teritori dan hukum adat yang masih berlaku #asapriau

3. Jadi kondisinya adalah masih ada dan sebagian masih berlaku. #asapriau

4. Melihat kategori Desa Adat sesuai UU, di Riau banyak daerah yg memiliki potensi utk menerapkan UU ini #asapriau

5. Yg harus sgr dilakukan, pemetaan kawasan yg memiliki potensi menjadi Desa Adat, terutama di kawasan2 yg mayoritas org Melayu #asapriau

6. Bukan desa2 yg terbentuk dari program transmigrasi tentunya #asapriau

7. Yg telah memulai adalah Batu Rijal di Indragiri Hulu, dengan sistem adat Tiga Lorong #asapriau

8. Yg kawasan Tambusai, Rambah, Kepenuhan, Kunto Darusalam dan Rokan IV Koto di Rokan Hulu dg sistem adat Lima Luhak #asapriau

9. Palalawan juga dengan sistem adat Pebatinan yang mencakup 29 Pebatinan #asapriau

10. Pebatinan adalah sistem pemerintahan adat yang dipimpin oleh seorang batin #asapriau

11. Begitu juga Kuansing dan Siak yang memiliki potensi untuk penerapan desa adat #asapriau

12. Dalam hukum adat, ada peraturan dalam pembukaan lahan untuk perkebunan dan pertanian #asapriau

13. a. Masyarakat adat tidak akan membuka lahan di kawasan gambut #asapriau

14. b. Lendang/seladangan adalah lahan yang dibersihkan dari material yg mudah terbakar yang harus dibuat sebelum membuka lahan #asapriau

15. Lendang/seladangan akan memisahkan hutan dengan lahan yang akan dibuka dengan sistem dibakar #asapriau

16. c. Pembakaran lahan dilakukan pada ujung musim kemarau. Sktr 2-3 minggu sebelum masuk musim penghujan #asapriau

17. Logikanya, sesudah lahan dibuka, bibit yang ditanam memerlukan air yang cukup untuk tumbuh #asapriau

18. d. Waktu menunggu hujan digunakan untuk "memerun", membersihkan kayu sisa2 pmbkrn dgn mengonggokn #asapriau

19. e. Pohon berdiameter 4-10 cm tidak dibakar, yang akan digunakan untuk "kalang" (pembatas) #asapriau

20. Selain untuk kalang yang membatasi jenis tanaman, juga utk membuat pondok, kandang, "junjung" (kayu untuk tanaman jalar) #asapriau

21. f. Lahan dibakar untuk menyuburkan tanah akibat abu2 hasil bakaran kayu sekaligus memperlambat tumbuhnya rumput liar #asapriau

22. g. Ketika membakar lahan, ada praktek2 "transenden" seperti membaca arah angin. #asapriau

23. h. Membakar lahan tidak dilakukan sendiri2 tetapi bersamaan dalam satu "banjar" (kawasan perladangan) #asapriau

24. Satu banjar biasanya dimiliki oleh beberapa pemilik yang terbagi dari kavling2 #asapriau

25. Maka membaca arah angin sgt penting, agar kegiatan kegiatan pembukaan lahan menjadi efektif utk satu banjar #asapriau

@riauheritage @raiumagz @RiauInfo @pekanwak @infoPKU bantu sebarin kultwit diskusi dg pak Al Azhar ttng Desa Adat dan Asap di Riau #asapriau

@PromoRiau @riaumagz @RiauInfoCom bantu sebarin kultwit diskusi dg pak Al Azhar ttng Desa Adat dan Asap di Riau, bisa titip tanya #asapriau

26. Istirahat dulu ya, pak Al Azhar ada tamu dadakan, sesepuh dan tokoh masyarakat Riau. jadi yg punya pertanyaan boleh titip nih #asapriau

27. Dgn aturan2 adat sprt td hrsnya bencana asap tdk akan melanda Riau #asapriau

28. Dan salah satu kebijakan/ petuah dalam hukum adat adalah "Jangan dihabiskan". Satu kalimat yg memiliki makna sgt luas #asapriau

29. Saat ini ada 3 klmpk msyrkt yg berkpntngan dgn lahan. Baik hutan maupun non. #asapriau

30. Klmpk pertama, msyrkt bisnis yg berkumpul dlm perusahaan2, dgn aturan2 bisnisnya yg diatur oleh pemerintah #asapriau

31. Kedua, klmpk msyrtk Adat, yg bukan hanya mematuhi aturan2 pmrnth tetapi jg aturan2 Adat #asapriau

32. Ke3, klmpk perantau, yg membawa mimpi dan harapan2 mereka utk memperbaiki kesejahteraan ekonomi mrk #asapriau

33. Sejauh ini msh blm teridentifikasi dgn pasti, dari 3 klmpk trsbt, mana yg menggunakan lahan gambut dan main bakar tnp aturan #asapriau

34. Klmpk bisnis juga tdk selalu mengikuti aturan bisnis, saat ini ada 1 prshn Malaysia yg sdg mnjlani proses hukum di Palalawan #asapriau

35. cek http://t.co/P0RuzwLbHj, ttng PT Adey Plantation #asapriau

36. Saat ini jg blm ada teknologi alternatif pnggnti sistem "bakar" u buka lahan yg bisa digunakan klmpk msykt adat juga perantau #asapriau

37. Sebagian penelitian mengajukan penggantian mata pencaharian #asapriau

38. Tapi mengubah budaya itu bkn hal yg mudah, dan kebun sawit msh mnjd "sumber emas" yang mnjanjikan #asapriau

39. Solusi jangka pendek, dgn teknologi alternatif, solusi jangka panjang penggantian mata pencarian #asapriau

40. Jika sistem Desa Adat dapat diterapkan, maka akan ada restorasi hukum adat di kawasan tersebut #asapriau

41. Hukum adat terhadap pembukaan lahan akan ikut pulih #asapriau

42. Dgn pulihnya hukum adat dalm pembukaan lahan, maka "Orang2 Patut" akan mempunyai kewenangan menegakkan adat #asapriau

43. Termasuk dalam menegakkan hukum adat yg berkaitan dgn praktek2 ekonomi diantaranya dalah pembukaan lahan #asapriau

44. Saat ini ada aturan pemerintah pelarangan pembakaran hutan, tetapi aturan itu tidak ditegakkan atau ditegakkan dgn stgh hati #asapriau

45. Inti dari semua persoalan asap adlh menyempitnya lahan akbt pmberiaan hak konsesi penggunaan lahan yg besar2an di Riau #asapriau

46. Hal ini mengakibatkan msyrkt berlomba2 utk mndptkn/menguasai lahan yg tersisa dan mmfungsikan semata2 utk fungsi2 ekonomis #asapriau

47. Hal ini diperparah dg tinggi migrasi k Riau sbsr 3%/tahun dari populasi Riau #asapriau

48. Jika sistem Desa Adat diterapkan, imigran akan didorong untuk masuk ke dalam bingkai aturan adat setempat #asapriau

49. Imigran akan diatur oleh Penghulu Dagang, yg merupakan bagian dari struktur kepemimpinan adat #asapriau

50. Mereka dibawa mengalami praktek "Di Mana Bumi Dipijak Di Situ Langit Dijunjung, Di Mana Air Disauh Di Situ Ranting Dipatahkan" #asapRiau

51. Sehingga ada 2 klmpk msyrkt yg dpt diatur menggunakan hukum adat #asapriau

52. Kita berharap, PP Desa Adat dpt sgr disahkan, sehingga UU Desa Adat dpt sgr diterapkan, melalui Perda Kab/Kota #asapriau

53. LAM Riau, berharap hingga 2015 kita telah memiliki desa adat di setiap kabupaten dan kota #asapriau

54. Sehingga penerapan UU Desa Adat ini bisa menjadi solusi jangka menengah dari masalah #asapriau

55. Solusi jangka pendek lainnya, menerapkan Reward n Punishment kpd desa2 yg ada, yg dilakukan oleh setiap pemerintah kota/kabptn #asapriau

56. Contoh, desa yg melakukan pembkrn lahan tanpa aturan akan mendapt pengurangan biaya pembngunan #asapriau

57. Koreksi, jika ada warga desa yg mlkkn pmbkrn lahan #asapriau

58. Dan sebaliknya, jika ada desa yang dpt mengawal warganya utk tdk mmbkr lahan akan mendpt penmbhn biaya pmbgnn #asapriau

59. Baik sstm R n P maupun PP dari UU Desa Adat bnr2 tergntung dari niat baik pemerintah kita. Fiuh #asapriau

60. Ok tweeps, itu hasil diskusi dgn Ketua hari LAM Riau, pak Al Azhar bgmn penerapan Desa Adat bisa mmbantu penanggulangan asap #asapriau
BACA SELANJUTNYA di - Desa Adat, Kebakaran Hutan dan Asap Riau @DediAriandi1 dan Al Azhar

Rabu, 22 Januari 2014

Kegiatan Untuk Museum Sang Nila Utama Pekanbaru 2014


LATAR BELAKANG
Kegiatan ini berawal dari kebutuhan Riau Heritage akan sebuah laboratorium, sebagai tempat mengembangkan kesadaran nilai pusaka dan pelestariannya bagi masyarakat Riau. Hal ini juga untuk meningkatkan kemitraan antara Yayasan Riau Heritage dengan pihak Museum Sang Nila Utama. Kemitraan sebelum ini diawali dengan peringatan Hari Pusaka Dunia pada Aguslus 2013, yang kemudian menjadi hubungan yang saling menguatkan dan bermanfaat bagi pelestarian pusaka Riau.

TUJUAN
# Memberikan nilai tambah dan pengalaman baru bagi pengunjung yang datang ke Museum Sang Nila Utama.
# Menjadikan museum sebagai pusat kegiatan pendidikan pelestarian pusaka Riau.
# Secara perlahan merubah paradigma masyarakat, bahwa museum hanya tempat melihat barang tua dan kuno. Museum seharusnya menjadi salah satu tempat pengenalan perjalanan panjang suatu permukiman dari masa awal hingga saat ini.
# Memperpanjang waktu kunjungan sehingga dapat meningkatkan nilai bisnis di museum.
# Berkontribusi pada peningkatan jumlah pengunjung museum baik secara langsung maupun tidak langsung

KEGIATAN YANG AKAN DILAKSANAKAN
MEMBATIK
# Kegiatan interaktif bagi setiap pengunjung yang ingin mencoba proses pembuatan batik dan dapat membawa pulang hasil pekerjaannya.
# Bekerjasama dengan Sanggar Semat Tembaga pimpinan Encik Amrun Salmon yang akan menyediakan peralatan, tenaga kerja dan material membatik.
# Pengunjung dikenakan biaya sesuai dengan panjang proses membatik yang ingin dipelajarinya.

HERITAGE MEMORY SNAP SHOOT
# Menawarkan kepada pengunjung sebuah cendera hati yang secara langsung melibatkan mereka pada kenangan masa lalu dan sekaligus kenangan kunjungan.
# Bekerjasama dengan Sapu Lidi Center yang akan mempersiapkan sebuah studio mini non permanen yang dilengkapi dengan backdrop suasana interior rumah kayu dan pilihan pakaian tradisional.
# Hasil foto akan langsung dicetak dan diberi frame khusus khas kunjungan ke museum Sang Nila Utama.
# Hari operasional : Jumat, Sabtu dan Minggu

PELATIHAN INSTRUKTUR PENGUKURAN BANGUNAN PUSAKA

# Mempersiapkan tenaga terampil untuk melatih siswa SMK sebagai calon tenaga pengukur di kota/Kabupaten di Provinsi Riau.
# Biaya pelatihan gratis bagi 12 orang peserta. Peserta menanggung biaya transportasi, akomodasi dan konsumsi pribadi di luar jam pelatihan.
# Bekerjasama dengan Pusat Dokumentasi Arsitektur (Jakarta) yang akan mempersiapkan dua orang tenaga pelatih dan program pelatihan.
# Jadwal pelaksanaan diperkirakan Minggu kedua Maret 2014.

SEMINAR PENGENALAN DAN PEMELIHARAAN NILAI PUSAKA
# Ditujukan kepada perwakilan guru-guru SMP dan SMA di Kota Pekanbaru.
# Diarahkan untuk membuat sebuah kegiatan ekstrakurikuler baru yang berkaitan dengan pengenalan nilai pusaka.
# Biaya seminar gratis bagi 50 orang peserta.
# Materi diberikan oleh arkeolog.

PELATIHAN PEMBUATAN FILM DOKUMENTER
# Mempersiapkan tenaga terampil untuk melakukan pendokumentasian pusaka secara mandiri dan berkualitas.
# Biaya pelatihan gratis bagi 15 orang siswa SMA di kota Pekanbaru.
# Kegiatan berlangsung beberapa sesi di akhir minggu
# Jadwal : Setiap akhir minggu di bulan Agustus 2014

SEMINAR ORNAMEN DI TANAH MELAYU RIAU
# Ditujukan kepada masyarakat umum
# Memberikan gambaran lengkap esensi dan jenis-jenis ornamen yang ada dan berkembang di Tanah Melayu Riau
# Biaya seminar gratis bagi 100 orang peserta
# Materi diberikan oleh peneliti muda dari Pasir Rokan Hulu
# Jadwal : Minggu kedua November 2014

TURNAMEN PATUK LELE
# Meningkatkan sisi kompetisi pada salah satu permainan rakyat yang dikenal di hampir
seluruh kawasan Asia Tenggara.
# Melakukan riset pada permainan tradisional sebagai bahan acuan pembuatan aturan baru yang lebih kompetitif tanpa kehilangan akar budaya
# Mengembangkan atribut permainan terutama peralatan keselamatan dan seragam pemain.
# Melakukan promo di berbagai media online dengan target peserta siswa SMA atau sederajat
# Jadwal : Mei -Juni 2014

JAMBOREE PERMAINAN RAKYAT
# Merupakan kegiatan penutup tahun
# Berisikan pameran foto permainan-permainan rakyat dan perlombaan.
# Modifikasi peraturan dan peralatan yang digunakan untuk meningkatkan unsur kompetitif.
# Jadwal : November 2014

SUSUNAN PANITIA
Untuk mengelola kegiatan ini, Yayasan Riau Heritage membentuk Panitia Pelaksana yang bekerja selama satu tahun hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan dengan baik.
Ketua : DediAriandi
Wakil : Julianto
Sekretaris : Sri Dewi
Bendahara : Angel Akmaresa
Koordinator Keg. lnteraktif : D. Athri Kasih
Koordinator Seminar : Fitria
Koordinator Pelatihan : Rio Hamdani
Koordinator Turnamen : Putra


Untuk mewujudkan pelaksanaan kegiatan ini, dengan target dan kualitas yang mencerminkan tingginya nilai pusaka yang kita miliki, kami mengundang Tuan dan Puan, untuk ikut berpartisipasi mendukung pendanaan kegiatan ini, baik secara pribadi maupun korporat.

Sifat kegiatan yang non-profit mendorong kami untuk tidak menetapkan besaran dan tingkatan sumbangan dana yang dapat Tuan dan Puan berikan. Besar sumbangan dapat Tuan dan Puan berikan sesuai dengan anggaran yang telah kami susun.

Partisipasi Tuan dan Puan akan kami sebutkan dan cantumkan dalam setiap promo di seluruh media dan dekorasi di area pelaksanaan.

Atas kesediaan Tuan dan Puan meluangkan waktu untuk menerima kami, membaca tulisan kami dan mempelajari kegiatan kami ini, kami ucapkan terimakasih.

Semoga perkenalan melalui tulisan ini dapat berlanjut menjadi hubungan kerjasama dalam kegiatan-kegiatan pelestarian pusaka di Riau.

BACA SELANJUTNYA di - Kegiatan Untuk Museum Sang Nila Utama Pekanbaru 2014

Sabtu, 18 Januari 2014

Disdikbud: Selamatkan Situs Budaya Riau


Siak sebagai salah satu kawasan icon budaya melayu di Riau memiliki berbagai situs budaya yang cukup dikenal. Bukan hanya dalam negeri namun juga hinge luar negeri. Adanya situs budaya tersebut memerlukan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Siak melalui dinas terkait.

Oleh karenanya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siak pada tahun 2014 ini akan melakukan berbagai terobosan dalam upaya penyelamatan situs budaya. Khususnya yang banyak terdapat di Kecamatan Siak dan Mempura. Kabid Kebudayaan H Said Muzani SH kepada wartawan, Rabu (8/1) mengatakan, salah satu agenda penyelamatan situs budaya ini adalah dengan menurunkan tim ahli cagar budaya dari BPCB Batusangkar Sumatera Barat.

Lebih lanjut Ia menegaskan, terutama penyelamatan terhadap situs budaya yang belum tercatat dalam peraturan yang dibuat pemerintah. BPCB sendiri adalah Balai Pengkajian Cagar Budaya yang berkedudukan di Batu Sangkar, Sumatera Barat dan membawahi Provinsi Sumatera Barat, Jambi, Riau dan Kepri. Dijelaskan Muzani, langkah pertama adalah melakukan pendataan berapa banyak situs yang belum termasuk sebagai cagar budaya.

Termasuk membentuk Tim Ahli Cagar Budaya yg terdiri dari para ahli bidang purbakala, sejarah dan budayawan, sekaligus tim pendaftaran cagar budaya sesuai dengan aturan dan ketentuan yg telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar mantan Kepala Pengelola Istana Siak tersebut. “Insya Allah tahun ini kita laksanakan kegiatan penelitian dan pengkajian terhadap situs-situs tersebut. Sehingga kita dapat menetapkan bahwa situs budaya itu menjadi cagar budaya yang perlu diperhatikan secara serius oleh pemerintah,” ungkap Muzani.

Selain itu, Muzani menambahkan Disdikbud melalui bidang kebudayaan akan melakukan akan rehab gudang mesium di Kecamatan Siak serta mengadakan pengkajian terhadap bangunan-bangunan peninggalan sejarah seperti rumah conteleur dan gedung landraad di Benteng Hilir.
Ia menyebutkan, sesuai dengan UU Cagar Budaya No 10/2011 bahwa bangunan peninggalan yang bersejarah di atas usia 50 tahun akan dilakukan kajian baik sejarah maupun struktur bangunan, “Kita sangat bersyukur karena Siak banyak sekali peninggalan bersejarah dibandingkan tempat lain di Riau. Karena Siak adalah sebuah kerajaan melayu terbesar di pesisir timur sumatera dahulunya, namun belum semua peninggalan tersebut diperhatikan secara maksimal,” sebutnya.
BACA SELANJUTNYA di - Disdikbud: Selamatkan Situs Budaya Riau

Kamis, 16 Januari 2014

BULAN PUSAKA GRAMEDIA PEKANBARU 2014


LATAR BELAKANG DAN PEMAKNAAN 7
Berawal dari ide luhur pihak Gramedia Pekanbaru untuk terlibat dalam pelestarian pusaka Riau dengan memberikan ruang dan waktu bagi penggiat pelestari pusaka untuk mengenalkan kekayaan dan nilai penting pusaka budaya di Riau kepada para pengunjung toko buku Gramedia Pekanbaru.

Penggiat pelestari pusaka bersama Gramedia berusaha untuk menyebarluaskan informasi dan pemahaman atas Pusaka Indonesia, Pusaka Alam, Pusaka Budaya termasuk juga Pusaka Saujana. Pusaka Indonesia adalah pusaka alam, pusaka budaya dan pusaka saujana. Pusaka alam adalah bentukan alam yang istimewa. Pusaka budaya adalah hasil cipta, rasa, karsa dan karya yang istimewa dari lebih 500 suku bangsa di Tanah Air lndonesia, secara sendiri-sendiri, sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia dan dalam interaksinya dengan budaya lain sepanjang sejarah keberadaannya. Pusaka saujana adalah gabungan pusaka alam dan pusaka budaya dalam kesatuan ruang dan waktu.

NAMA DAN BENTUK KEGIATAN
lde luhur tersebut diterjemahkan menjadi kegiatan dengan tajuk “BULAN PUSAKA GRAMEDIA PEKANBARU”. Kegiatan ini diisi dengan berbagai bentuk kegiatan interaktif, pertunjukan kesenian, lomba, diskusi dan pameran selama satu bulan penuh.

TEMPAT DAN WAKTU
Kegiatan akan dilaksanakan di lantai dua Gedung Pusat Gramedia Pekanbaru, Jl. Sudirman Pekanbaru Riau mulai tanggal 01 - 30 April 2014. Acara Pembukaan 04 April 2014 pukul 19.00 WIB. Sedangkan Acara Penutupan akan dilangsungkan 27 April 2014 pukul 19-09 Wib.

JENIS-JENIS KEGIATAN
> Tari
> Lomba Mewarnai
> Lomba Tebak Gambar
> Lomba Menggambar
> Lomba Puzzle
> Lomba Berbalas Pantun
> Lomba Give Away Blog
> Lomba Fotografi
> Kegiatan Membatik
> Bedah Buku
> Silat
> Photo Box
> Tonel
> Kegiatan Pembuatan Perahu
> Makan Sirih
> Kegiatan Menekat
> Stand L’Chees Factory
> Kegiatan Bertenun
> Musik Tradisi
> Pameran Foto
> Baca Puisi
> Ghazal
> Nyanyian Panjang
> Heritage Rally

DESKRIPSI SINGKAT KEGIATAN
Diawali dengan acara pembukaan yang menampilkan budaya tari persembahan, kompang, silat dan makan sirih dan dimeriahkan dengan stand L’Cheese di area depan toko buku Gramedia, pengunjung dihantar ke area utama Bulan Pusaka Gramedia Pekanbaru dengan suasana kental kesenian Melayu Riau. Di lantai dua, pengunjung akan disuguhkan ratusan foto-foto pusaka Riau, kegiatan membatik yang akan bergantian dengan kegiatan menekat, menenun dan juga membuat perahu.

Selama satu bulan, dekorasi di lantai dua akan dirubah bemuansa pelestarian pusaka. Suasana ini akan diperkuat dengan banyaknya kegiatan harian yang silih berganti tampil seperti, tari, permainan musik, pembacaan puisi, lomba berbalas pantun, bedah buku, lomba mewarnai, lomba menggambar, tonel, lomba tebak gambar, lomba puzzle, nyanyi panjang dan juga lomba fotografi.

Seluruh rangkaian acara akan ditutup dengan kegiatan Heritage Rally bagi pengunjung toko buku Gramedia serta penyerahan hadiah bagi para pemenang seluruh lomba yang telah diadakan.

KEPANITIAAN
Pengelola kegiatan ini adalah kepanitiaan bersama antara pihak Gramedia Pekanbaru dengan Yayasan Riau Heritage beserta beberapa komunitas yang terlibat secara langsung. Dalam hal ini, Yayasan Riau Heritage berperan sebagai Panitia Pelaksana dan penanggung jawab keseluruhan acara.

SUSUNAN PANITIA INTI
Ketua : TaufikAsmara
Wakil : Hefflin Lazuardi
Sekretaris : D. Athri Kasih
Bendahara : Tengku Dini

UNDANGAN PARTISIPASI
Untuk mewujudkan pelaksanaan kegiatan ini dengan target dan kualitas yang mencerminkan tingginya nilai pusaka yang kita miliki, kami mengundang Tuan dan Puan, untuk ikut berpartisipasi mendukung pendanaan kegiatan ini, baik secara pribadi maupun korporat.

Sifat kegiatan yang non-profit mendorong kami untuk tidak menetapkan besaran dan tingkatan sumbangan dana yang dapat Tuan dan Puan berikan. Besar sumbangan dapat Tuan dan Puan berikan sesuai dengan anggaran yang telah kami susun.

Sumbangan Tuan dan Puan, jika diijinkan akan kami sebutkan dan cantumkan dalam setiap promo di seluruh media dan dekorasi Lantai 2 Toko Buku Gramedia Pekanbaru.

Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi :
Taufik Asmara : 085278904001
Dedi Ariandi : 081268123044
BACA SELANJUTNYA di - BULAN PUSAKA GRAMEDIA PEKANBARU 2014

Rabu, 11 Desember 2013

Rumah Panggung di Tepi Sungai Siak Bisa Jadi Cagar Budaya


Rumah Panggung di Tepi Sungai Siak Bisa Jadi Cagar Budaya

Adanya rumah panggung di tepian Sungai Siak merupakan bentuk dari sisa-sisa identitas Melayu terdahulu. Di tempat inilah yang bakal menjadi silsilah lahirnya Kota Pekanbaru. Budayawan Riau Al Azhar menegaskan, banyak sekali rumah panggung yang nyaris terbiarkan bahkan rubuh karena lapuk. Hanya ada beberapa rumah yang dapat mempertahankan bentuknya yang asli. Terlebih lagi, rumah panggung tersebut bila usia bangunannya sudah lebih dari 50 tahun ke atas, dapat diajukan sebagai benda cagar budaya (BCB).

Proses pengajuan tersebut bisa dilakukan oleh pihak pemerintah, LSM bahkan dari pemilik rumah. "Tentu saja perlu dan seharusnya diajukan sebagai BCB. Tetapi tentu saja harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan, misalnya minimal usia bangunannya sudah melewati 50 tahun," jelas Al Azhar, Kamis (21/11).

Al Azhar yang juga merupakan Ketua Harian Lembaga Adat Melayu Riau tersebut menegaskan, sebenarnya kota yang baik itu adalah sebuah kota yang bisa mengisahkan sejarahnya sendiri. Dalam artian, banyak ruang di mana ketika orang-orang hendak mengetahui sejarah sebuah kota, terlukiskan dari benda-benda budaya yang terjaga dengan baik.

"Nah, di Pekanbaru hal itulah yang tak tampak. Justru semacam ada upaya mengaburkan sejarah-sejarah yang ada. Kalau tidak, seperti ada proses membiarkannya," ucap beliau. Al-Azhar mengemukakan, BCB itu ada yang dimiliki oleh dunia yang disebut warisan dunia, warisan nasional dan daerah.


Namun demikian, untuk pengusulan tersebut tentulah melewati berbagai ketentuan. Misalnya ada proses pendataan, identifikasi dan lain sebagainya sehingga barulah kemudian oleh tim tertentu mengesahkan sesuatu itu layak sebagai BCB atau tidak.

Keberadaan rumah panggung itu sendiri menurut Erri Candra Jaya, salah seorang pemilik rumah panggung sudah ada semenjak tahun 1940. Rumah tersebut adalah milik datuknya yang bernama Ibrahim. Diceritakan Erri, datuknya dulu dipercayakan sebagai wedana yang bertugas di Kuala Mandau.

"Jadi rumah ini bagi kami sekeluarga ada warisan pusaka. Biarkanlah bentuknya tetap seperti semula karena selain itu, rumah ini juga tempat kami, keluarga besar berkumpul pada momen tertentu," katanya.

Sumber :
Berita Digital Riau
BACA SELANJUTNYA di - Rumah Panggung di Tepi Sungai Siak Bisa Jadi Cagar Budaya