Rabu, 19 November 2014

Open Recruitment

Riau Heritage sedang membuka kesempatan kepada teman-teman yang berminat untuk menjadi relawan.

Kita belum bisa settle jadwal ngumpul bareng nih, tapi buat teman-teman yang penasaran bisa pilih salah satu divisi kegiatan yang ada dibawah ini dan gabung ketika rapat mereka diadakan.
Teman-teman bisa kontak PIC dari masing-masing kegiatan untuk Info lebih lanjut.

1. JAJK (Jelajah Alam Jelajah Kampung)
Adalah divisi bisnis Riau Heritage yang dibentuk untuk memperkenalkan wisata pusaka dan budaya yang ada di Riau.
Cp: Dedi Ariandi dan Febi IndriaMedha

2. Bulan Pusaka 2015
Event yang pertama kali digelar pada 18 April - 18 Mei 2014 di Toko Buku Gramedia diselenggarakan untuk memperingati hari pusaka sedunia. Dan untuk mengulang kesuksesan yang sama Bulan Pusaka akan hadir kembali pada tahun 2015 sebagai salah satu event sosialisasi pusaka dan budaya yang ditaja oleh Riau Heritage.
Cp: Tengku 'TeDi' Dini Tathaa Azzahraa Hamieed

3. Pekanbaru Night Fest
Sebuah event yang diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun Kota Pekanbaru yang ke - 231. Acara ini rencananya akan diadakan dalam bentuk festival yang berlokasi di tepian sungai Siak tempat dimana awal mula kota Pekanbaru berdiri.
Cp: d'Athri Kasih Syarifah Maia

Itu dia tiga kegiatan yang akan diselenggarakan oleh Riau Heritage.
Teman-teman yang berminat bisa langsung menghubungi Contact Person yang tertera untuk keterangan lebih lanjut.

Terima Kasih
BACA SELANJUTNYA di - Open Recruitment

Senin, 13 Oktober 2014

Seminar Ornamen

Tempat : Museum Sang Nila Utama
Waktu : Sabtu, 18 Oktober 2014
Pukul : 09.00 wib
Pembicara : 
- Junaidi Syam/ Jon Kobet (Pemahaman Ornamen Khas Melayu Riau)
- Dedi Ariandi (Peran Serta Museum Dalam Pelestarian Pusaka dan Budaya)

Pendaftaran untuk kegiatan ini tidak dipungut biaya. Sms ke 0853 6480 4150 dengan menyebutkan nama lengkap, profesi serta nomer kontak yang dapat dihubungi untuk pendaftaran. Panitia akan menghubungi peserta untuk mengkonfirmasi ulang.

Harap membawa buku catatan dan tempat air sendiri :) Kita belajar sambil membudayakan green life style teman-teman.
Terima Kasih

BACA SELANJUTNYA di - Seminar Ornamen

Selasa, 07 Oktober 2014

Langkah Kerjasama Riau Heritage Dengan Pihak Hotel Serta Tour and Travel Dalam Sosialisasi Pusaka dan Budaya



Melanjutkan keikutsertaan Riau Heritage dalam pertemuan Dinas Pariwasata Provinsi dengan Pihak Hotel serta Tour and Travel dalam rangka menjadikan kota Pekanbaru sebagai kota MICE telah dilakukan beberapa kali pertemuan untuk kemudian meningkatkan kerja sama Riau Heritage dengan berbagai pihak dalam sosialisasi pusaka dan budaya salah satunya dengan pihak hotel serta tour and travel.

Dalam pertemuan pertama RH dan pihak hotel terjaringlah ide untuk mendisplay kegiatan membatik dan menenun di lobi hotel yang kemudian akan menjadi daya tarik tambahan bagi para wisatawan yang menginap. Serta ide untuk menyiapkan paket wisata alam yang kemudian oleh Riau Heritage membentuk tim JAJK (Jelajah Alam Jelajah Kampung) untuk merealisasikan ide tersebut.

Melanjutkan pertemuan awal tersebut Riau Heritage kemudian memprakarsai kunjungan pihak hotel serta tour and travel ke dua pengrajin yang ada di Pekanbaru yaitu ke kediaman Ncik Amrun Salmon pengelola Sanggar Semat Tembaga.



Pertemuan ini kemudian dihadiri oleh GM Hotel Pangeran, GM Hotel Grand Elite, GM hotel Premiere, GM Hotel Grand Jatra serta perwakilan dari Sanel Tour and Travel. Dari pihak pengrajin selain Ncik Amrun Salmon juga hadir ibu Tuti pengelola sanggar tenun Ncik Hasnah.

Dalam pertemuan tersebut kemudian didiskusikan berbagai masalah kenapa kunjungan wisatawan rendah ke kota Pekanbaru dan untuk mengatasi masalah tersebut pihak hotel bersedia untuk mendisplay kegiatan membatik atau menenun di hotel mereka dengan jadwal yang telah ditentukan. Diharapkan apabila kerjasama ini terlaksana dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung serta membuka kesempatan lain untuk mengadakan city tour kebeberapa spot di kota Pekanbaru yang dinilai masih memiliki nilai sejarah dan budaya.

Setelah berdiskusi dan melihat koleksi batik yang dimiliki Ncik Amrun rombongan ini kemudian melanjutkan perjalanan ke kediaman ibu Tuti untuk melihat proses menenun yang nanti juga akan didisplay.



Dari hasil diskusi dengan kedua pengrajin diketahuilah bahwa salah satu permasalahan dalam kegiatan membatik maupun menenun adalah kurangnya tenaga pengrajin. Hal ini yang mungkin harus kemudian difikirkan solusinya jika kegiatan display yang akan dilaksanakan tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Selesai dari mengunjungi pengrajin yang akan diajak bekerjasama Riau Heritage kemudian membawa rombongan hotel dan tour and travel untuk melewati kawasan kampung melayu yang terletak di Jl. Perdagangan. Di sini rombongan dapat menyaksikan sebagian rumah-rumah khas masyarakat melayu yang masih ada dan juga Rumah Singgah Tuan Kadi yang merupakan salah satu peninggalan bersejarah kota di masa Kesultanan Siak.

Setelah melihat salah satu kawasan lama yang ada dikota Pekanbaru dan sempat tercetus ide untuk mengadakan City Tour dikawasan lama ini Riau Heritage khususnya Tim JAJK yang telah mempersiapkan paket wisata alam berkesempatan untuk menjelaskan detail paket tersebut yang nantinya akan diuji coba oleh pihak hotel terlebih dahulu sebelum paket tersebut diluncurkan.
BACA SELANJUTNYA di - Langkah Kerjasama Riau Heritage Dengan Pihak Hotel Serta Tour and Travel Dalam Sosialisasi Pusaka dan Budaya

Kamis, 18 September 2014

Persiapan Riau Heritage kedepan untuk Pusaka dan Budaya Riau

Semenjak berdiri dari Maret 2013 hingga saat ini untuk kegiatan sosialisasi pusaka dan budaya Riau Heritage telah menyelenggarakan beberapa kegiatan. Di tahun 2014 yang baru selesai adalah peringatan Hari Pusaka Sedunia yang jatuh pada 18 April 2014. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan selama sebulan penuh dengan judul "Bulan Pusaka 2014" Riau Heritage berhasil menggemparkan Toko Buku Gramedia tempat dimana kegiatan ini dilaksanakan.
Setelah Bulan Pusaka 2014 Riau Heritage juga memiliki beberapa wacana yang segera dilaksanakan. Beberapa diantaranya adalah kegiatan 'Untuk Museum' yang akan berlangsung di akhir 2014 ini. Bulan Pusaka 2015 yang sedang dipersiapkan, Pekanbaru Night Festival yang akan dilaksanakan pada Juni 2015. Serta menggerakkan divisi bisnis RH yang bekerja sama dengan beberapa hotel dan tour and travel yang ada dikota Pekanbaru.

Tim-tim kecil untuk mendetailkan masing-masing kegiatan telah dibentuk dan mulai bergerak. Contohnya untuk Tim JEJAK (Jelajah Alam Jelajah Kampung) sedang melakukan survei lapangan untuk paket kunjungan wisata alam yang akan ditawarkan RH pada hotel serta tour and travel.

Selain kegiatan sosialisasi dan promosi pusaka budaya Riau Heritage juga tidak meninggalkan kegiatan krusial lainnya seperti revitalisasi Istana Rokan yang tengah menunggu persetujuan dari pihak keluarga kerajaan serta pengawasan revitalisasi Rumah Singgah milik Tuan Kadi di tepian sungai Siak yang merupakan peninggalan bersejarah semasa pemerintahan Kesultanan Siak.

Riau Heritage menyambut baik kerja sama yang ditawarkan beberapa hotel dan tour and travel yang ada di Pekanbaru untuk mendisplay kegiatan pusaka dan budaya yang ada di Riau khususnya Pekanbaru, dua kegiatan yang sudah dibicarakan dengan pihak hotel dan tour and travel pada hari Senin 15 September 2014 lalu adalah mendisplay kegiatan membatik dan menenun dengan melibatkan beberapa pengrajin yang sebelumnya sudah pernah diajak kerja sama oleh Riau Heritage.
Riau Heritage kemudian diminta untuk membuat jadwal hotel apa dan kapan kegiatan tersebut dilaksanakan, tapi sebelum benar-benar dilaksanakan pihak hotel dan RH akan melakukan kunjungan ke para pengrajin yang akan dilibatkan.

Selain kegiatan tersebut pembicaraan juga sempat menyinggung mengenai pengadaan kamar jauh yang akan dikelola oleh hotel-hotel tersebut untuk melengkapi paket yang akan ditawarkan oleh RH. Tetapi untuk pengadaan kamar jauh yang nantinya akan mengelola rumah-rumah atau bangunan tua yang ada dikawasan atau perkampungan yang ada di Riau ini memerlukan survei dan penilaian yang cukup detail mengenai keuntungan dan nilai plus apa yang nantinya dapat diambil oleh pihak hotel dan tour and travel tersebut.

Riau Heritage juga tengah mempersiapkan Turnamen Patuk Lele yang akan melibatkan anak sekolah menengah sebagai pesertanya. Nah event ini nantinya diharapkan dapat menjadi event internasional ini dikarenakan permainan ini tidak hanya dikenal ditiap-tiap daerah nusantara tetapi juga hingga Asia setidaknya Asean. 

Masih ada banyak kegiatan yang akan dilaksanakan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dalam melestarikan pusaka dan budaya yang ada seperti seminar ornamen dan pemahaman makna pusaka yang akan diselenggarakan pada Oktober dan November nanti, penetapan teh telur sebagai minuman khas Pekanbaru, pelaksanaan kegiatan festival teh telur, pelaksanaan kegiatan Herritage Rally serta Herritage Festival.

Dengan banyaknya kegiatan yang akan dilaksanakan, Riau Heritage juga tidak menutup kemungkinan untuk bergabungnya sukarelawan-sukarelawan yang peduli dengan pelestarian pusaka ini kedepan. Teman-teman yang berminat bisa cek twitter RH di @riauheritage untuk bertanya bagaimana cara bergabung menjadi sukarelawan.

Semoga kedepannya kepedulian masyarakat akan pelestarian pusaka dan budaya yang ada di Riau khususnya Pekanbaru dapat terus meningkat. Karena untuk kegiatan yang cakupannya luas seperti ini tidak dapat dikerjakan oleh Riau Heritage sendiri kami juga membutuhkan banyak dukungan untuk menjadikan kota kita ini dapat berkembang dengan baik kedepannya namun tetap ramah dengan pelestarian benda-benda pusaka dan budaya yang ada.


BACA SELANJUTNYA di - Persiapan Riau Heritage kedepan untuk Pusaka dan Budaya Riau

Jumat, 05 September 2014

Rangkuman Hasil Gathering Riau Heritage Jum'a 29 Agustus 2014


Dari 7 materi yg awalnya disiapkan dimalam harinya malah dapat materi tambahan jadi 8 sama om Ian Tanjung
Kita bahas satu-satu yaa, ini yg nantinya bakal jadi pe-er RH yg banyaaaaak banget. Seru pastiiii ^O^
1. Seminar Ornamen dan Pemahaman nilai pusaka yang akan diadakan bulan Oktober tinggal menunggu fix tempat pelaksanaan acara.
1.a, untuk pemateri kedua seminar tersebut Insya Allah sudah fix. Yg mau volunteering di kegiatan ini kontak d'Athri Kasih yaa 
2. Kita juga punya turnamen patuk lele yg lagi diprepare.
2.a, Turnamen patuk lele menargetkan peserta dari murid SMA sepekanbaru.
2.b, nah Patuk Lele ini materi sama rulesnya lgi disiapin nih, yg mau volunteering di tim Turnamen patuk Lele bisa kontak bg Dedi Ariandi
3. Mengenai Rumah Singgah yg sdg diusahakan oleh Rh utk mereview kembali kelayakan kontraktor dlm merenovasi benda yg diduga cagar budaya.
3.a, Alhamdulillah siang tdi surat kita mengenai kelayakan kontraktor tersebut tlah sampai kpd Wako Pekanbaru.
3.b, hal ini kita lakukan demi menjaga benda2 peninggalan sejarah yg diduga benda cagar budaya agar tetap lestari di kota kita 
4. Selanjutnya kita juga sedang berusaha utk menetapkan teh telor sebagai minuman khas kota Pekanbaru.
4.a, untuk hal ini kita mesti harus mempelajari dulu mengenai sistem HAKI
5. Persiapan PKU night festival utk ultah kota Pekanbaru. Nah utk kegiatan ini kita sdah punya bbrapa agenda yg mesti sgra disiapkan timnya.
5.a, ada launching game patuk lele versi android dan flash.... wuuiiiidiiiihhhh
5.b, untuk game android pic nya adalah bg Ais Bertuah
5.c, utk game Flash nya itu dihandle sama om Rio Hamdani Arsitek
5.d, kemudian juga ad persiapan utk Heritage Rally dan Heritage Festival. Cc:@DediAriandi1 Attayaya Yar Zam @athrikasih
6. Bulan Pusaka 2015 juga dalam proses preparation nih  yg ini perlu diadakan rapat tersendiri kayanya ^^ Cc: @DediAriandi1 @attayaya
6.a, yg berminat volunteering di BP 2015 mention aj org2 ini: @attayaya @DediAriandi1 Febi IndriaMedha @athrikasih Taufik 'Fiko' Asmara SuHendra SaPutra
7. Lalu juga harus setting time utk coffee morning dg Pak Wako, Pihak Hotel dan Tour and Travel di Pekanbaru.
7.a, Hal ini dalam rangka menindak lanjuti kesediaan pihak hotel yg telah memberikan space dalam pelestarian pusaka dan budaya.
8. Mempromosikan @MissGrandIndo Internasional 2014 dari Pekanbaru. Cc: @Margenie_MG @prana_lim Ardiansyah Ian Tanjung
8.a, hal ini disambut baik olh tmn2 dri RH dan Bertuah utk membantu mempromosikan @Margenie_MG dlm mwakili Pekanbaru di ajang internasional.
Nah, itu tadi rangkuman hasil gathering kita kemarin, buat teman2 yg berminat volunteering tinggal dipilih mau terlibat dg yg mana.
Ituuu belum lagi masuk jadwal untuk ikutan Panen Madu Sialang di tanggal 14 September ini, serta ajakan untuk jelajah kampung dari pak Elmustian Rahman yang mesti diatur lagi jadwalnya 
Gimana RHers ‪#‎eh‬  Siaaapp????
BACA SELANJUTNYA di - Rangkuman Hasil Gathering Riau Heritage Jum'a 29 Agustus 2014

Selasa, 10 Juni 2014

Riau Heritage Team Jalan-Jalan

Sungai Subayang, Kampar Kiri Hulu - Riau
Entahlah apa bisa disebut dengan petualangan. Tetapi akhir minggu yang dihabiskan dengan teman-teman Riau Heritage kemarin di Desa Gema, Kampar Kiri Hulu, Kampar - Riau weekend kemarin benar-benar menyenangkan.
Perjalanan yang ditempuh lebih kurang 2.5 jam dari kota Pekanbaru itu tidaklah sia-sia. Lingkungan yang asri dan masih dikelilingi hutan itu menjadikan udara di desa yang terletak tak terlalu jauh dari ibu kota provinsi Riau ini masih sangat bersih untuk dihirup.

Rupanya kawasan ini berada mendekati kaki bukit barisan, itu sih yang dikatakan om Attayaya Yar Zam. Sungai Subayang yang jernih menjadi tempat kami - tiga anak gadis - yang ikut dalam rombongan kemping itu membersihkan diri. Oke, mandi di sungai yang tak mungkin dilakukan di Pekanbaru pastinya mengingat kondisi air sungai yang sangat berbeda dan apa gunanya kamar mandi kalau begitu.

Ternyata tak hanya aku, Febi IndriaMedha dan Amanda DhoLvii yang kegirangan bermain di tepian sungai Subayang tetapi ada sesosok makhluk lagi yang langsung berubah jadi kecebong selama kami kemping disana, Marihot Siregar benar-benar memanfaatkan waktunya sebaik mungkin untuk bermain air sebanyak yang dia bisa. Dalam satu hari, entah berapa kali dia menceburkan diri ke sungai itu.

Dan ternyatanya lagi (bahasa yg aneh) jauh-jauh datang untuk menginap di Desa Gema itu dimanfaatkan bang Dedi Ariandi untuk melanjutkan rapat #eh entah rapat entah diskusi entah sharing, yaaah itu lah kira-kira. Di malam harinya sambil ditemani dengan kuaci, kacang serta beberapa lampu colok kami membahas pesan dan kesan selama kegiatan "Bulan Pusaka 2014" yang baru saja selesai, divisi bisnisnya RH, kegiatan selama tahun 2014 ini di museum serta beberapa pe-er yang menunggu untuk segera dikerjakan. Banyak? yah lumayan lah.

Menyesal? Jelasnya tidak, karena keesokan harinya kami melanjutkan sesi main air ke Air Terjun Batu Dinding yang bisa dijumpai tak jauh dari tempat kami mendirikan tenda. Dengan menyewa sebuah perahu kami menyusuri sungai Subayang menuju ke tempat air terjun yang kami tuju. Dan selama perjalanan kami dimanjakan dengan pemandangan hijau yang lagi-lagi tidak kami lewatkan untuk selfie sepuasnya. Kiri-kanan dikelilingi hutan yang lebat dan perkampungan yang ternyata masih ada beberapa bangunan tua yang lagi-lagi kata om Yar seperti bangunan khas Belanda (semoga aku tak salah dengar) *bangunan itu lebih tepatnya rumah warga yang menghadap ke arah sungai.

Mencapai Air Terjun Batu Dinding ternyata harus melalui track yang cukup bikin kaki pegel (hasil nya kaki kakak punzel sakit setiba di Pekanbaru). Dengan beberapa korban gigitan pacet selama perjalan. Dan lagi-lagi si kecebong dadakan heboh luar biasa setiap kali melihat air mengalir.

Menceburkan diri tak dapat dielakkan setibanya di air terjun tersebut yah itulah yang terjadi, sayang nya bang Djemari Ijal ngga ikutan, dia lebih memilih memuaskan rasa kantuknya untuk tidur karena malamnya dia begadang dengan SuHendra SaPutra untuk memancing.

Setelah puas heboh-hebohan di Air Terjun Batu Dinding yang katanya ada tiga tingkat. Sayangnya kami hanya sampai di air terjun tingkat kedua. Tidak cukup kuat untuk melanjutkan ke tingkat pertama. Kami pun memutuskan untuk kembali ke Pekanbaru.

Tetapi sebelum ke Pekanbaru, kami sempatkan singgah ke desa Lipat Kain Selatan kecamatan Kampar Kiri . Om Hasrinaldi- Eri yg tau alamat lengkapnya, untuk melihat peninggalan lokomotif yang ada di daerah tersebut. Dan ternyata benar ada gerbong tua yang sepertinya peninggalan masa penjajahan Jepang ditengah-tengah kebun karet disana. Singgah sebentar untuk mendengarkan cerita tentang gerbong tersebut dari bang Ijal.

Setelah puas foto-foto kami pun beranjak pulang dan lagi-lagi dalam perjalanan menyempatkan diri untuk kembali foto-foto di Tugu Khatulistiwa yang ada di kota Lipat Kain.

Happy? Off course!!! Aku jadi punya cerita tentang tempatku tinggal sekarang. Ternyata di Riau masih banyak tempat yang bisa kita jelajahi dan eksplore dengan teman-teman.
BACA SELANJUTNYA di - Riau Heritage Team Jalan-Jalan