Rabu, 22 Januari 2014

Kegiatan Untuk Museum Sang Nila Utama Pekanbaru 2014


LATAR BELAKANG
Kegiatan ini berawal dari kebutuhan Riau Heritage akan sebuah laboratorium, sebagai tempat mengembangkan kesadaran nilai pusaka dan pelestariannya bagi masyarakat Riau. Hal ini juga untuk meningkatkan kemitraan antara Yayasan Riau Heritage dengan pihak Museum Sang Nila Utama. Kemitraan sebelum ini diawali dengan peringatan Hari Pusaka Dunia pada Aguslus 2013, yang kemudian menjadi hubungan yang saling menguatkan dan bermanfaat bagi pelestarian pusaka Riau.

TUJUAN
# Memberikan nilai tambah dan pengalaman baru bagi pengunjung yang datang ke Museum Sang Nila Utama.
# Menjadikan museum sebagai pusat kegiatan pendidikan pelestarian pusaka Riau.
# Secara perlahan merubah paradigma masyarakat, bahwa museum hanya tempat melihat barang tua dan kuno. Museum seharusnya menjadi salah satu tempat pengenalan perjalanan panjang suatu permukiman dari masa awal hingga saat ini.
# Memperpanjang waktu kunjungan sehingga dapat meningkatkan nilai bisnis di museum.
# Berkontribusi pada peningkatan jumlah pengunjung museum baik secara langsung maupun tidak langsung

KEGIATAN YANG AKAN DILAKSANAKAN
MEMBATIK
# Kegiatan interaktif bagi setiap pengunjung yang ingin mencoba proses pembuatan batik dan dapat membawa pulang hasil pekerjaannya.
# Bekerjasama dengan Sanggar Semat Tembaga pimpinan Encik Amrun Salmon yang akan menyediakan peralatan, tenaga kerja dan material membatik.
# Pengunjung dikenakan biaya sesuai dengan panjang proses membatik yang ingin dipelajarinya.

HERITAGE MEMORY SNAP SHOOT
# Menawarkan kepada pengunjung sebuah cendera hati yang secara langsung melibatkan mereka pada kenangan masa lalu dan sekaligus kenangan kunjungan.
# Bekerjasama dengan Sapu Lidi Center yang akan mempersiapkan sebuah studio mini non permanen yang dilengkapi dengan backdrop suasana interior rumah kayu dan pilihan pakaian tradisional.
# Hasil foto akan langsung dicetak dan diberi frame khusus khas kunjungan ke museum Sang Nila Utama.
# Hari operasional : Jumat, Sabtu dan Minggu

PELATIHAN INSTRUKTUR PENGUKURAN BANGUNAN PUSAKA

# Mempersiapkan tenaga terampil untuk melatih siswa SMK sebagai calon tenaga pengukur di kota/Kabupaten di Provinsi Riau.
# Biaya pelatihan gratis bagi 12 orang peserta. Peserta menanggung biaya transportasi, akomodasi dan konsumsi pribadi di luar jam pelatihan.
# Bekerjasama dengan Pusat Dokumentasi Arsitektur (Jakarta) yang akan mempersiapkan dua orang tenaga pelatih dan program pelatihan.
# Jadwal pelaksanaan diperkirakan Minggu kedua Maret 2014.

SEMINAR PENGENALAN DAN PEMELIHARAAN NILAI PUSAKA
# Ditujukan kepada perwakilan guru-guru SMP dan SMA di Kota Pekanbaru.
# Diarahkan untuk membuat sebuah kegiatan ekstrakurikuler baru yang berkaitan dengan pengenalan nilai pusaka.
# Biaya seminar gratis bagi 50 orang peserta.
# Materi diberikan oleh arkeolog.

PELATIHAN PEMBUATAN FILM DOKUMENTER
# Mempersiapkan tenaga terampil untuk melakukan pendokumentasian pusaka secara mandiri dan berkualitas.
# Biaya pelatihan gratis bagi 15 orang siswa SMA di kota Pekanbaru.
# Kegiatan berlangsung beberapa sesi di akhir minggu
# Jadwal : Setiap akhir minggu di bulan Agustus 2014

SEMINAR ORNAMEN DI TANAH MELAYU RIAU
# Ditujukan kepada masyarakat umum
# Memberikan gambaran lengkap esensi dan jenis-jenis ornamen yang ada dan berkembang di Tanah Melayu Riau
# Biaya seminar gratis bagi 100 orang peserta
# Materi diberikan oleh peneliti muda dari Pasir Rokan Hulu
# Jadwal : Minggu kedua November 2014

TURNAMEN PATUK LELE
# Meningkatkan sisi kompetisi pada salah satu permainan rakyat yang dikenal di hampir
seluruh kawasan Asia Tenggara.
# Melakukan riset pada permainan tradisional sebagai bahan acuan pembuatan aturan baru yang lebih kompetitif tanpa kehilangan akar budaya
# Mengembangkan atribut permainan terutama peralatan keselamatan dan seragam pemain.
# Melakukan promo di berbagai media online dengan target peserta siswa SMA atau sederajat
# Jadwal : Mei -Juni 2014

JAMBOREE PERMAINAN RAKYAT
# Merupakan kegiatan penutup tahun
# Berisikan pameran foto permainan-permainan rakyat dan perlombaan.
# Modifikasi peraturan dan peralatan yang digunakan untuk meningkatkan unsur kompetitif.
# Jadwal : November 2014

SUSUNAN PANITIA
Untuk mengelola kegiatan ini, Yayasan Riau Heritage membentuk Panitia Pelaksana yang bekerja selama satu tahun hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan dengan baik.
Ketua : DediAriandi
Wakil : Julianto
Sekretaris : Sri Dewi
Bendahara : Angel Akmaresa
Koordinator Keg. lnteraktif : D. Athri Kasih
Koordinator Seminar : Fitria
Koordinator Pelatihan : Rio Hamdani
Koordinator Turnamen : Putra


Untuk mewujudkan pelaksanaan kegiatan ini, dengan target dan kualitas yang mencerminkan tingginya nilai pusaka yang kita miliki, kami mengundang Tuan dan Puan, untuk ikut berpartisipasi mendukung pendanaan kegiatan ini, baik secara pribadi maupun korporat.

Sifat kegiatan yang non-profit mendorong kami untuk tidak menetapkan besaran dan tingkatan sumbangan dana yang dapat Tuan dan Puan berikan. Besar sumbangan dapat Tuan dan Puan berikan sesuai dengan anggaran yang telah kami susun.

Partisipasi Tuan dan Puan akan kami sebutkan dan cantumkan dalam setiap promo di seluruh media dan dekorasi di area pelaksanaan.

Atas kesediaan Tuan dan Puan meluangkan waktu untuk menerima kami, membaca tulisan kami dan mempelajari kegiatan kami ini, kami ucapkan terimakasih.

Semoga perkenalan melalui tulisan ini dapat berlanjut menjadi hubungan kerjasama dalam kegiatan-kegiatan pelestarian pusaka di Riau.

BACA SELANJUTNYA di - Kegiatan Untuk Museum Sang Nila Utama Pekanbaru 2014

Sabtu, 18 Januari 2014

Disdikbud: Selamatkan Situs Budaya Riau


Siak sebagai salah satu kawasan icon budaya melayu di Riau memiliki berbagai situs budaya yang cukup dikenal. Bukan hanya dalam negeri namun juga hinge luar negeri. Adanya situs budaya tersebut memerlukan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Siak melalui dinas terkait.

Oleh karenanya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siak pada tahun 2014 ini akan melakukan berbagai terobosan dalam upaya penyelamatan situs budaya. Khususnya yang banyak terdapat di Kecamatan Siak dan Mempura. Kabid Kebudayaan H Said Muzani SH kepada wartawan, Rabu (8/1) mengatakan, salah satu agenda penyelamatan situs budaya ini adalah dengan menurunkan tim ahli cagar budaya dari BPCB Batusangkar Sumatera Barat.

Lebih lanjut Ia menegaskan, terutama penyelamatan terhadap situs budaya yang belum tercatat dalam peraturan yang dibuat pemerintah. BPCB sendiri adalah Balai Pengkajian Cagar Budaya yang berkedudukan di Batu Sangkar, Sumatera Barat dan membawahi Provinsi Sumatera Barat, Jambi, Riau dan Kepri. Dijelaskan Muzani, langkah pertama adalah melakukan pendataan berapa banyak situs yang belum termasuk sebagai cagar budaya.

Termasuk membentuk Tim Ahli Cagar Budaya yg terdiri dari para ahli bidang purbakala, sejarah dan budayawan, sekaligus tim pendaftaran cagar budaya sesuai dengan aturan dan ketentuan yg telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar mantan Kepala Pengelola Istana Siak tersebut. “Insya Allah tahun ini kita laksanakan kegiatan penelitian dan pengkajian terhadap situs-situs tersebut. Sehingga kita dapat menetapkan bahwa situs budaya itu menjadi cagar budaya yang perlu diperhatikan secara serius oleh pemerintah,” ungkap Muzani.

Selain itu, Muzani menambahkan Disdikbud melalui bidang kebudayaan akan melakukan akan rehab gudang mesium di Kecamatan Siak serta mengadakan pengkajian terhadap bangunan-bangunan peninggalan sejarah seperti rumah conteleur dan gedung landraad di Benteng Hilir.
Ia menyebutkan, sesuai dengan UU Cagar Budaya No 10/2011 bahwa bangunan peninggalan yang bersejarah di atas usia 50 tahun akan dilakukan kajian baik sejarah maupun struktur bangunan, “Kita sangat bersyukur karena Siak banyak sekali peninggalan bersejarah dibandingkan tempat lain di Riau. Karena Siak adalah sebuah kerajaan melayu terbesar di pesisir timur sumatera dahulunya, namun belum semua peninggalan tersebut diperhatikan secara maksimal,” sebutnya.
BACA SELANJUTNYA di - Disdikbud: Selamatkan Situs Budaya Riau

Kamis, 16 Januari 2014

BULAN PUSAKA GRAMEDIA PEKANBARU 2014


LATAR BELAKANG DAN PEMAKNAAN 7
Berawal dari ide luhur pihak Gramedia Pekanbaru untuk terlibat dalam pelestarian pusaka Riau dengan memberikan ruang dan waktu bagi penggiat pelestari pusaka untuk mengenalkan kekayaan dan nilai penting pusaka budaya di Riau kepada para pengunjung toko buku Gramedia Pekanbaru.

Penggiat pelestari pusaka bersama Gramedia berusaha untuk menyebarluaskan informasi dan pemahaman atas Pusaka Indonesia, Pusaka Alam, Pusaka Budaya termasuk juga Pusaka Saujana. Pusaka Indonesia adalah pusaka alam, pusaka budaya dan pusaka saujana. Pusaka alam adalah bentukan alam yang istimewa. Pusaka budaya adalah hasil cipta, rasa, karsa dan karya yang istimewa dari lebih 500 suku bangsa di Tanah Air lndonesia, secara sendiri-sendiri, sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia dan dalam interaksinya dengan budaya lain sepanjang sejarah keberadaannya. Pusaka saujana adalah gabungan pusaka alam dan pusaka budaya dalam kesatuan ruang dan waktu.

NAMA DAN BENTUK KEGIATAN
lde luhur tersebut diterjemahkan menjadi kegiatan dengan tajuk “BULAN PUSAKA GRAMEDIA PEKANBARU”. Kegiatan ini diisi dengan berbagai bentuk kegiatan interaktif, pertunjukan kesenian, lomba, diskusi dan pameran selama satu bulan penuh.

TEMPAT DAN WAKTU
Kegiatan akan dilaksanakan di lantai dua Gedung Pusat Gramedia Pekanbaru, Jl. Sudirman Pekanbaru Riau mulai tanggal 01 - 30 April 2014. Acara Pembukaan 04 April 2014 pukul 19.00 WIB. Sedangkan Acara Penutupan akan dilangsungkan 27 April 2014 pukul 19-09 Wib.

JENIS-JENIS KEGIATAN
> Tari
> Lomba Mewarnai
> Lomba Tebak Gambar
> Lomba Menggambar
> Lomba Puzzle
> Lomba Berbalas Pantun
> Lomba Give Away Blog
> Lomba Fotografi
> Kegiatan Membatik
> Bedah Buku
> Silat
> Photo Box
> Tonel
> Kegiatan Pembuatan Perahu
> Makan Sirih
> Kegiatan Menekat
> Stand L’Chees Factory
> Kegiatan Bertenun
> Musik Tradisi
> Pameran Foto
> Baca Puisi
> Ghazal
> Nyanyian Panjang
> Heritage Rally

DESKRIPSI SINGKAT KEGIATAN
Diawali dengan acara pembukaan yang menampilkan budaya tari persembahan, kompang, silat dan makan sirih dan dimeriahkan dengan stand L’Cheese di area depan toko buku Gramedia, pengunjung dihantar ke area utama Bulan Pusaka Gramedia Pekanbaru dengan suasana kental kesenian Melayu Riau. Di lantai dua, pengunjung akan disuguhkan ratusan foto-foto pusaka Riau, kegiatan membatik yang akan bergantian dengan kegiatan menekat, menenun dan juga membuat perahu.

Selama satu bulan, dekorasi di lantai dua akan dirubah bemuansa pelestarian pusaka. Suasana ini akan diperkuat dengan banyaknya kegiatan harian yang silih berganti tampil seperti, tari, permainan musik, pembacaan puisi, lomba berbalas pantun, bedah buku, lomba mewarnai, lomba menggambar, tonel, lomba tebak gambar, lomba puzzle, nyanyi panjang dan juga lomba fotografi.

Seluruh rangkaian acara akan ditutup dengan kegiatan Heritage Rally bagi pengunjung toko buku Gramedia serta penyerahan hadiah bagi para pemenang seluruh lomba yang telah diadakan.

KEPANITIAAN
Pengelola kegiatan ini adalah kepanitiaan bersama antara pihak Gramedia Pekanbaru dengan Yayasan Riau Heritage beserta beberapa komunitas yang terlibat secara langsung. Dalam hal ini, Yayasan Riau Heritage berperan sebagai Panitia Pelaksana dan penanggung jawab keseluruhan acara.

SUSUNAN PANITIA INTI
Ketua : TaufikAsmara
Wakil : Hefflin Lazuardi
Sekretaris : D. Athri Kasih
Bendahara : Tengku Dini

UNDANGAN PARTISIPASI
Untuk mewujudkan pelaksanaan kegiatan ini dengan target dan kualitas yang mencerminkan tingginya nilai pusaka yang kita miliki, kami mengundang Tuan dan Puan, untuk ikut berpartisipasi mendukung pendanaan kegiatan ini, baik secara pribadi maupun korporat.

Sifat kegiatan yang non-profit mendorong kami untuk tidak menetapkan besaran dan tingkatan sumbangan dana yang dapat Tuan dan Puan berikan. Besar sumbangan dapat Tuan dan Puan berikan sesuai dengan anggaran yang telah kami susun.

Sumbangan Tuan dan Puan, jika diijinkan akan kami sebutkan dan cantumkan dalam setiap promo di seluruh media dan dekorasi Lantai 2 Toko Buku Gramedia Pekanbaru.

Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi :
Taufik Asmara : 085278904001
Dedi Ariandi : 081268123044
BACA SELANJUTNYA di - BULAN PUSAKA GRAMEDIA PEKANBARU 2014

Rabu, 11 Desember 2013

Rumah Panggung di Tepi Sungai Siak Bisa Jadi Cagar Budaya


Rumah Panggung di Tepi Sungai Siak Bisa Jadi Cagar Budaya

Adanya rumah panggung di tepian Sungai Siak merupakan bentuk dari sisa-sisa identitas Melayu terdahulu. Di tempat inilah yang bakal menjadi silsilah lahirnya Kota Pekanbaru. Budayawan Riau Al Azhar menegaskan, banyak sekali rumah panggung yang nyaris terbiarkan bahkan rubuh karena lapuk. Hanya ada beberapa rumah yang dapat mempertahankan bentuknya yang asli. Terlebih lagi, rumah panggung tersebut bila usia bangunannya sudah lebih dari 50 tahun ke atas, dapat diajukan sebagai benda cagar budaya (BCB).

Proses pengajuan tersebut bisa dilakukan oleh pihak pemerintah, LSM bahkan dari pemilik rumah. "Tentu saja perlu dan seharusnya diajukan sebagai BCB. Tetapi tentu saja harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan, misalnya minimal usia bangunannya sudah melewati 50 tahun," jelas Al Azhar, Kamis (21/11).

Al Azhar yang juga merupakan Ketua Harian Lembaga Adat Melayu Riau tersebut menegaskan, sebenarnya kota yang baik itu adalah sebuah kota yang bisa mengisahkan sejarahnya sendiri. Dalam artian, banyak ruang di mana ketika orang-orang hendak mengetahui sejarah sebuah kota, terlukiskan dari benda-benda budaya yang terjaga dengan baik.

"Nah, di Pekanbaru hal itulah yang tak tampak. Justru semacam ada upaya mengaburkan sejarah-sejarah yang ada. Kalau tidak, seperti ada proses membiarkannya," ucap beliau. Al-Azhar mengemukakan, BCB itu ada yang dimiliki oleh dunia yang disebut warisan dunia, warisan nasional dan daerah.


Namun demikian, untuk pengusulan tersebut tentulah melewati berbagai ketentuan. Misalnya ada proses pendataan, identifikasi dan lain sebagainya sehingga barulah kemudian oleh tim tertentu mengesahkan sesuatu itu layak sebagai BCB atau tidak.

Keberadaan rumah panggung itu sendiri menurut Erri Candra Jaya, salah seorang pemilik rumah panggung sudah ada semenjak tahun 1940. Rumah tersebut adalah milik datuknya yang bernama Ibrahim. Diceritakan Erri, datuknya dulu dipercayakan sebagai wedana yang bertugas di Kuala Mandau.

"Jadi rumah ini bagi kami sekeluarga ada warisan pusaka. Biarkanlah bentuknya tetap seperti semula karena selain itu, rumah ini juga tempat kami, keluarga besar berkumpul pada momen tertentu," katanya.

Sumber :
Berita Digital Riau
BACA SELANJUTNYA di - Rumah Panggung di Tepi Sungai Siak Bisa Jadi Cagar Budaya

Senin, 29 Juli 2013

TRAINING KONSERVASI 2013 Bangunan Cagar Budaya

TRAINING KONSERVASI 2013
Bangunan Cagar Budaya Berstruktur
Bata yang Berpotensi untuk Pemanfaatan Kembali


Waktu : 10 – 17 September 2013.
Tempat :
Jakarta – Gombong – Mojokerto – Surabaya
Penyelenggara :
UP Balai Konservasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)

Latar Belakang
Kota-kota di Indonesia mempunyai banyak bangunan cagar budaya yang dapat dianggap sebagai aset properti (building stock) yang dapat dipergunakan kembali secara optimal untuk kepentingan hari ini. Akan tetapi kondisi bangunan itu banyak yang rusak atau kurang pemeliharaan. Untuk dapat menggunakan kembali bangunan itu memerlukan tindakan-tindakan perbaikan agar mencapai standar fungsi dan keselamatan penghuni, kenyamanan secara fisik & emosional (well being) selain sisi historis.

Hanya dengan berbekal pengetahuan yang baik tentang bentuk dan konstruksi lama dari bangunan itu sajalah yang memungkinkan seorang tenaga profesional dapat mengambil keputusan yang tepat untuk melakukan tindakan perbaikan apa yang harus diambil. Dalam kegiatan training ini peserta juga dituntun untuk mengenali dan memahami dengan benar tentang metode dan konstruksi bentuk dan sifat dari berbagai macam bangunan cagar budaya di lokasi yang berbeda-beda karena setiap bangunan bersejarah itu memiliki konteks dan persoalan yang unik. Untuk itu, materi-materi dalam training ini akan diberikan oleh para ahli dan mentor yang berpengalaman lama di lapangan.

Tujuan
Tujuan training ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenaipermasalahan dan solusi teknis mengenai konservasi khusus bangunan tua dengan struktur dan material bata yang berpotensi untuk pemanfaatan kembali (adaptive-reuse) yang sesuai dengan kaidah-kaidah konservasi. Target peserta training ini adalah agar peserta yang terdiri dari arkeolog, arsitek, staff riset dan konservasi yang bekerja di pemerintahan mampu menangani permasalahan konservasi di wilayahnya masing-masing.


Program
MODUL 1 JAKARTA - Kota Tua
Lectures:
Undang-undang dan aspek hukum pemanfaatan kembali bangunan cagar budaya
oleh Saiful Mujahid, SH
Metodologi konstruksi bangunan berstruktur dinding pemikul bataoleh Han Awal, IAI
Teknologi struktur bata sejak masa purbakala oleh Prof. Mundarjito
Conservation planning and Project Management oleh Bruce Pettman (NSW government architect)
Practical On Site Survey5
Bangunan di Kota Tua
Latihan observasi pengenalan bangunan, menggambar sketsa bangunan, mengidentifikasi dan memetakan kerusakan bangunan dengan metode quick scan, diskusi untuk menginterpretasikan sebab kerusakan.

MODUL 2 GOMBONG - Benteng Van der Wijck
On site
Lectures
Struktur bata pada benteng (sifat,perilaku), macam penelitian dan analisis struktur pada konstruksi bata, retrofitting
oleh Dipl. Ing. Josia Rastandi
Typical damage and repair technic of brickmasonry buildingoleh Joy Singh (NSW government architect)
Practical On Site Survey Benteng Van der Wijck

MODUL 3 - MOJOKERTO

On site
Lecture Trowulan, Mojokerto
Tekno
Arkeologi Bangunan Bata di berbagai propinsi di Indonesia oleh Ismiyono
Metode
teknis pelaksanan dan pengawasan konservasi bangunan bata religius di Bali oleh Widyana Sudibya, IAI
Reporting
Peserta training akan membuat report/laporan sebagai hasil rekapitulasi materi, pengetahuan yang telah dipelajarinya serta pandangannya terhadap isu konservasi bangunan bata di masa depan di akhir kegiatan training.

Pendanaan
Seluruh biaya akomodasi dan perjalanan peserta selama kegiatan training ini berlangsung ditanggung sepenuhnya oleh pihak penyelenggara.
Persyaratan Peserta
- Usia dibawah 40 tahun, minimal S1.
- Pegawai profesional yang bekerja sebagai staff arsitek, arkeolog,sipil, atau pengambil kebijakan di instansi pemerintah yang menangani pemugaran seperti Pemrov DKI Jakarta, Dinas PU, P2B, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Bappeda, Dinas Perumahan, Dinas Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, PPLHD, DTR, Museum, Sudin, Kantor Walikota dan lain-lain.
- Bersedia untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan perjalanan training baik dari awal hingga akhir, mulai di Jakarta hingga berakhir di Surabaya.

Prosedur Pendaftaran
Calon peserta yang hendak mengikuti training ini harus mendaftar dengan mengirimkan dokumen :
- Formulir pendaftaran
- Laporan singkat yang berisiresume tentang latar belakang motivasinya mengikuti training ini, pekerjaan konservasi di wilayahnya masing-masing dan kesulitan-kesulitan yang ditemuinya, atau ketertarikannya pada bangunan cagar budaya, maksimal 3 lembar halaman.
- Surat pernyataan kesediaan untuk mengikuti seluruh kegiatan dan perjalanan selama training (bermaterai)

Dokumen harus dikirim paling lambat Rabu, 21 Agustus 2013 ke alamat email trainingbata2013@gmail.com atau ke alamat sekretariat di bawah. Tim seleksi training akan memilih 25 peserta berdasarkan laporan/report yang telah dikirmkan. Calon peserta yang lulus seleksi akan diumumkan pada Senin, 26 Agustus 2013 lewat email dan atau telepon.

Sekretariat Training Pelestarian
Unit Pelaksana Balai Konservasi
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Pemprov DKI Jakarta
Jl. Pintu Besar Utara no 12. Kotatua Jakarta 11110
Telp. (021) 6918843 Fax.(021) 6928017

Ikatan Arsitek Indonesia
Gedung JDC Lt 7
Email : trainingbata2013@gmail.com

Gambar :
http://instagram.com/attayaya#
BACA SELANJUTNYA di - TRAINING KONSERVASI 2013 Bangunan Cagar Budaya

Senin, 06 Mei 2013

ARKEOLOGI PUBLIK

ARKEOLOGI PUBLIK

MUNDARDJITO menganggap Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia kurang gencar melakukan advokasi untuk melindungi situs-situs arkeologi yang terancam penjarahan ataupun perusakan. Ia ingin mengembangkan public archeology, gerakan masyarakat untuk melestarikan cagar budaya.
*****

Usianya sudah mendekati kepala delapan, tapi Mundardjito masih penuh semangat dalam menjaga serta merawat benda dan situs cagar budaya. Ia satu dari sedikit arkeolog yang berani mengambil risiko. Ia tak peduli harus berhadapan dengan menteri ataupun bupati.

Ia menganggap Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia kurang gencar melakukan advokasi untuk melindungi situs-situs arkeologi yang terancam penjarahan ataupun perusakan. Ia ingin mengembangkan public archeology, gerakan masyarakat untuk melestarikan cagar budaya.

Baginya, di antara kepentingan pembangunan fisik dan pembangunan budaya, arkeologi harus muncul sebagai manajemen yang pandai meresolusi konflik.
“Saya seperti berjuang sendiri berhadapan dengan Menteri. Saya di-exile-kan, orang-orang di fakultas saya tidak ada yang berani. Mereka tidak mau menganggap ini urusan arkeologi, tapi ini masalah Mundardjito.”





“Saya jelaskan semua salah pemerintah. Bahwa mereka tidak taat asas”.

Hasil pengawasan oleh Panitia Ad Hoc III DPD menemukan bahwa pemerintah melanggal Pasal 15 dan Pasal 26 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya. Rekomendasi dari Panitia Ad Hoc antara lain menghentikan pembangunan PIM (Pusat Informasi Majapahit) dan segera melakukan rehabilitasi secara menyeluruh dan maksimal terhadap kerusakan situs Trowulan Majapahit.

Setelah mendapat banyak kritik dari berbagai kalangan, akhirnya Menteri Jero Wacik mengumumkan penghentian proyek pembangunan Taman Majapahit itu. Lalu Menteri bertanya sekarang ini bahaimana. Saya bilang, yang sudah dibuka itu diamankan dulu. “Ya sudah, kamu saja yang jadi ketuanya. Siapa lagi yang mengerti tentang Trowulan,” kata Menteri. Ketika ditunjuk menjadi Ketua Tim Evaluasi dan Perencanaan Ulang Taman Majapahit itu, saya setuju tapi mengajukan syarat. Pertama, saya bebas membentuk tim sendiri tanpa diganggu. Kedua, sisa uang yang ada akan digunakan untuk perbaikan. Ketiga, saya minta Kepala Suaka atau Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala I Made Kusumajaya yang mengerjakan pemugaran dikeluarkan. Menteri bertanya kenapa. Saya bilang, Bapak bayangin kalau bekerja di tempat yang ada malingnya. Enak gak?

Akhirnya tim bekerja. Yang pertama dilakukan adalah menyelamatkan bukaan bekas fondasi itu. Saya melibatkan arsitek untuk membangun penutup berupa bangunan yang ringan. Saya adakan sayembara, pemenangnya Yori Antar. Dia mendesain bangunan ringan seperti laba-laba. Kakinya kecil, atapnya dari kanvas. Sekarang bari tiga yang sudah ditutup dari 14 titik tiang pancang fondasi yang sudah digali.

Tulisan ARKEOLOGI PUBLIK diatas memang terpotong-potong. Mau baca selengkapnya ada di Tempo 1-7 April hal 40 dst.
BACA SELANJUTNYA di - ARKEOLOGI PUBLIK