Rabu, 19 November 2014

Open Recruitment

Riau Heritage sedang membuka kesempatan kepada teman-teman yang berminat untuk menjadi relawan.

Kita belum bisa settle jadwal ngumpul bareng nih, tapi buat teman-teman yang penasaran bisa pilih salah satu divisi kegiatan yang ada dibawah ini dan gabung ketika rapat mereka diadakan.
Teman-teman bisa kontak PIC dari masing-masing kegiatan untuk Info lebih lanjut.

1. JAJK (Jelajah Alam Jelajah Kampung)
Adalah divisi bisnis Riau Heritage yang dibentuk untuk memperkenalkan wisata pusaka dan budaya yang ada di Riau.
Cp: Dedi Ariandi dan Febi IndriaMedha

2. Bulan Pusaka 2015
Event yang pertama kali digelar pada 18 April - 18 Mei 2014 di Toko Buku Gramedia diselenggarakan untuk memperingati hari pusaka sedunia. Dan untuk mengulang kesuksesan yang sama Bulan Pusaka akan hadir kembali pada tahun 2015 sebagai salah satu event sosialisasi pusaka dan budaya yang ditaja oleh Riau Heritage.
Cp: Tengku 'TeDi' Dini Tathaa Azzahraa Hamieed

3. Pekanbaru Night Fest
Sebuah event yang diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun Kota Pekanbaru yang ke - 231. Acara ini rencananya akan diadakan dalam bentuk festival yang berlokasi di tepian sungai Siak tempat dimana awal mula kota Pekanbaru berdiri.
Cp: d'Athri Kasih Syarifah Maia

Itu dia tiga kegiatan yang akan diselenggarakan oleh Riau Heritage.
Teman-teman yang berminat bisa langsung menghubungi Contact Person yang tertera untuk keterangan lebih lanjut.

Terima Kasih
BACA SELANJUTNYA di - Open Recruitment

Senin, 13 Oktober 2014

Seminar Ornamen

Tempat : Museum Sang Nila Utama
Waktu : Sabtu, 18 Oktober 2014
Pukul : 09.00 wib
Pembicara : 
- Junaidi Syam/ Jon Kobet (Pemahaman Ornamen Khas Melayu Riau)
- Dedi Ariandi (Peran Serta Museum Dalam Pelestarian Pusaka dan Budaya)

Pendaftaran untuk kegiatan ini tidak dipungut biaya. Sms ke 0853 6480 4150 dengan menyebutkan nama lengkap, profesi serta nomer kontak yang dapat dihubungi untuk pendaftaran. Panitia akan menghubungi peserta untuk mengkonfirmasi ulang.

Harap membawa buku catatan dan tempat air sendiri :) Kita belajar sambil membudayakan green life style teman-teman.
Terima Kasih

BACA SELANJUTNYA di - Seminar Ornamen

Selasa, 07 Oktober 2014

Langkah Kerjasama Riau Heritage Dengan Pihak Hotel Serta Tour and Travel Dalam Sosialisasi Pusaka dan Budaya



Melanjutkan keikutsertaan Riau Heritage dalam pertemuan Dinas Pariwasata Provinsi dengan Pihak Hotel serta Tour and Travel dalam rangka menjadikan kota Pekanbaru sebagai kota MICE telah dilakukan beberapa kali pertemuan untuk kemudian meningkatkan kerja sama Riau Heritage dengan berbagai pihak dalam sosialisasi pusaka dan budaya salah satunya dengan pihak hotel serta tour and travel.

Dalam pertemuan pertama RH dan pihak hotel terjaringlah ide untuk mendisplay kegiatan membatik dan menenun di lobi hotel yang kemudian akan menjadi daya tarik tambahan bagi para wisatawan yang menginap. Serta ide untuk menyiapkan paket wisata alam yang kemudian oleh Riau Heritage membentuk tim JAJK (Jelajah Alam Jelajah Kampung) untuk merealisasikan ide tersebut.

Melanjutkan pertemuan awal tersebut Riau Heritage kemudian memprakarsai kunjungan pihak hotel serta tour and travel ke dua pengrajin yang ada di Pekanbaru yaitu ke kediaman Ncik Amrun Salmon pengelola Sanggar Semat Tembaga.



Pertemuan ini kemudian dihadiri oleh GM Hotel Pangeran, GM Hotel Grand Elite, GM hotel Premiere, GM Hotel Grand Jatra serta perwakilan dari Sanel Tour and Travel. Dari pihak pengrajin selain Ncik Amrun Salmon juga hadir ibu Tuti pengelola sanggar tenun Ncik Hasnah.

Dalam pertemuan tersebut kemudian didiskusikan berbagai masalah kenapa kunjungan wisatawan rendah ke kota Pekanbaru dan untuk mengatasi masalah tersebut pihak hotel bersedia untuk mendisplay kegiatan membatik atau menenun di hotel mereka dengan jadwal yang telah ditentukan. Diharapkan apabila kerjasama ini terlaksana dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung serta membuka kesempatan lain untuk mengadakan city tour kebeberapa spot di kota Pekanbaru yang dinilai masih memiliki nilai sejarah dan budaya.

Setelah berdiskusi dan melihat koleksi batik yang dimiliki Ncik Amrun rombongan ini kemudian melanjutkan perjalanan ke kediaman ibu Tuti untuk melihat proses menenun yang nanti juga akan didisplay.



Dari hasil diskusi dengan kedua pengrajin diketahuilah bahwa salah satu permasalahan dalam kegiatan membatik maupun menenun adalah kurangnya tenaga pengrajin. Hal ini yang mungkin harus kemudian difikirkan solusinya jika kegiatan display yang akan dilaksanakan tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Selesai dari mengunjungi pengrajin yang akan diajak bekerjasama Riau Heritage kemudian membawa rombongan hotel dan tour and travel untuk melewati kawasan kampung melayu yang terletak di Jl. Perdagangan. Di sini rombongan dapat menyaksikan sebagian rumah-rumah khas masyarakat melayu yang masih ada dan juga Rumah Singgah Tuan Kadi yang merupakan salah satu peninggalan bersejarah kota di masa Kesultanan Siak.

Setelah melihat salah satu kawasan lama yang ada dikota Pekanbaru dan sempat tercetus ide untuk mengadakan City Tour dikawasan lama ini Riau Heritage khususnya Tim JAJK yang telah mempersiapkan paket wisata alam berkesempatan untuk menjelaskan detail paket tersebut yang nantinya akan diuji coba oleh pihak hotel terlebih dahulu sebelum paket tersebut diluncurkan.
BACA SELANJUTNYA di - Langkah Kerjasama Riau Heritage Dengan Pihak Hotel Serta Tour and Travel Dalam Sosialisasi Pusaka dan Budaya

Kamis, 18 September 2014

Persiapan Riau Heritage kedepan untuk Pusaka dan Budaya Riau

Semenjak berdiri dari Maret 2013 hingga saat ini untuk kegiatan sosialisasi pusaka dan budaya Riau Heritage telah menyelenggarakan beberapa kegiatan. Di tahun 2014 yang baru selesai adalah peringatan Hari Pusaka Sedunia yang jatuh pada 18 April 2014. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan selama sebulan penuh dengan judul "Bulan Pusaka 2014" Riau Heritage berhasil menggemparkan Toko Buku Gramedia tempat dimana kegiatan ini dilaksanakan.
Setelah Bulan Pusaka 2014 Riau Heritage juga memiliki beberapa wacana yang segera dilaksanakan. Beberapa diantaranya adalah kegiatan 'Untuk Museum' yang akan berlangsung di akhir 2014 ini. Bulan Pusaka 2015 yang sedang dipersiapkan, Pekanbaru Night Festival yang akan dilaksanakan pada Juni 2015. Serta menggerakkan divisi bisnis RH yang bekerja sama dengan beberapa hotel dan tour and travel yang ada dikota Pekanbaru.

Tim-tim kecil untuk mendetailkan masing-masing kegiatan telah dibentuk dan mulai bergerak. Contohnya untuk Tim JEJAK (Jelajah Alam Jelajah Kampung) sedang melakukan survei lapangan untuk paket kunjungan wisata alam yang akan ditawarkan RH pada hotel serta tour and travel.

Selain kegiatan sosialisasi dan promosi pusaka budaya Riau Heritage juga tidak meninggalkan kegiatan krusial lainnya seperti revitalisasi Istana Rokan yang tengah menunggu persetujuan dari pihak keluarga kerajaan serta pengawasan revitalisasi Rumah Singgah milik Tuan Kadi di tepian sungai Siak yang merupakan peninggalan bersejarah semasa pemerintahan Kesultanan Siak.

Riau Heritage menyambut baik kerja sama yang ditawarkan beberapa hotel dan tour and travel yang ada di Pekanbaru untuk mendisplay kegiatan pusaka dan budaya yang ada di Riau khususnya Pekanbaru, dua kegiatan yang sudah dibicarakan dengan pihak hotel dan tour and travel pada hari Senin 15 September 2014 lalu adalah mendisplay kegiatan membatik dan menenun dengan melibatkan beberapa pengrajin yang sebelumnya sudah pernah diajak kerja sama oleh Riau Heritage.
Riau Heritage kemudian diminta untuk membuat jadwal hotel apa dan kapan kegiatan tersebut dilaksanakan, tapi sebelum benar-benar dilaksanakan pihak hotel dan RH akan melakukan kunjungan ke para pengrajin yang akan dilibatkan.

Selain kegiatan tersebut pembicaraan juga sempat menyinggung mengenai pengadaan kamar jauh yang akan dikelola oleh hotel-hotel tersebut untuk melengkapi paket yang akan ditawarkan oleh RH. Tetapi untuk pengadaan kamar jauh yang nantinya akan mengelola rumah-rumah atau bangunan tua yang ada dikawasan atau perkampungan yang ada di Riau ini memerlukan survei dan penilaian yang cukup detail mengenai keuntungan dan nilai plus apa yang nantinya dapat diambil oleh pihak hotel dan tour and travel tersebut.

Riau Heritage juga tengah mempersiapkan Turnamen Patuk Lele yang akan melibatkan anak sekolah menengah sebagai pesertanya. Nah event ini nantinya diharapkan dapat menjadi event internasional ini dikarenakan permainan ini tidak hanya dikenal ditiap-tiap daerah nusantara tetapi juga hingga Asia setidaknya Asean. 

Masih ada banyak kegiatan yang akan dilaksanakan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dalam melestarikan pusaka dan budaya yang ada seperti seminar ornamen dan pemahaman makna pusaka yang akan diselenggarakan pada Oktober dan November nanti, penetapan teh telur sebagai minuman khas Pekanbaru, pelaksanaan kegiatan festival teh telur, pelaksanaan kegiatan Herritage Rally serta Herritage Festival.

Dengan banyaknya kegiatan yang akan dilaksanakan, Riau Heritage juga tidak menutup kemungkinan untuk bergabungnya sukarelawan-sukarelawan yang peduli dengan pelestarian pusaka ini kedepan. Teman-teman yang berminat bisa cek twitter RH di @riauheritage untuk bertanya bagaimana cara bergabung menjadi sukarelawan.

Semoga kedepannya kepedulian masyarakat akan pelestarian pusaka dan budaya yang ada di Riau khususnya Pekanbaru dapat terus meningkat. Karena untuk kegiatan yang cakupannya luas seperti ini tidak dapat dikerjakan oleh Riau Heritage sendiri kami juga membutuhkan banyak dukungan untuk menjadikan kota kita ini dapat berkembang dengan baik kedepannya namun tetap ramah dengan pelestarian benda-benda pusaka dan budaya yang ada.


BACA SELANJUTNYA di - Persiapan Riau Heritage kedepan untuk Pusaka dan Budaya Riau

Jumat, 05 September 2014

Rangkuman Hasil Gathering Riau Heritage Jum'a 29 Agustus 2014


Dari 7 materi yg awalnya disiapkan dimalam harinya malah dapat materi tambahan jadi 8 sama om Ian Tanjung
Kita bahas satu-satu yaa, ini yg nantinya bakal jadi pe-er RH yg banyaaaaak banget. Seru pastiiii ^O^
1. Seminar Ornamen dan Pemahaman nilai pusaka yang akan diadakan bulan Oktober tinggal menunggu fix tempat pelaksanaan acara.
1.a, untuk pemateri kedua seminar tersebut Insya Allah sudah fix. Yg mau volunteering di kegiatan ini kontak d'Athri Kasih yaa 
2. Kita juga punya turnamen patuk lele yg lagi diprepare.
2.a, Turnamen patuk lele menargetkan peserta dari murid SMA sepekanbaru.
2.b, nah Patuk Lele ini materi sama rulesnya lgi disiapin nih, yg mau volunteering di tim Turnamen patuk Lele bisa kontak bg Dedi Ariandi
3. Mengenai Rumah Singgah yg sdg diusahakan oleh Rh utk mereview kembali kelayakan kontraktor dlm merenovasi benda yg diduga cagar budaya.
3.a, Alhamdulillah siang tdi surat kita mengenai kelayakan kontraktor tersebut tlah sampai kpd Wako Pekanbaru.
3.b, hal ini kita lakukan demi menjaga benda2 peninggalan sejarah yg diduga benda cagar budaya agar tetap lestari di kota kita 
4. Selanjutnya kita juga sedang berusaha utk menetapkan teh telor sebagai minuman khas kota Pekanbaru.
4.a, untuk hal ini kita mesti harus mempelajari dulu mengenai sistem HAKI
5. Persiapan PKU night festival utk ultah kota Pekanbaru. Nah utk kegiatan ini kita sdah punya bbrapa agenda yg mesti sgra disiapkan timnya.
5.a, ada launching game patuk lele versi android dan flash.... wuuiiiidiiiihhhh
5.b, untuk game android pic nya adalah bg Ais Bertuah
5.c, utk game Flash nya itu dihandle sama om Rio Hamdani Arsitek
5.d, kemudian juga ad persiapan utk Heritage Rally dan Heritage Festival. Cc:@DediAriandi1 Attayaya Yar Zam @athrikasih
6. Bulan Pusaka 2015 juga dalam proses preparation nih  yg ini perlu diadakan rapat tersendiri kayanya ^^ Cc: @DediAriandi1 @attayaya
6.a, yg berminat volunteering di BP 2015 mention aj org2 ini: @attayaya @DediAriandi1 Febi IndriaMedha @athrikasih Taufik 'Fiko' Asmara SuHendra SaPutra
7. Lalu juga harus setting time utk coffee morning dg Pak Wako, Pihak Hotel dan Tour and Travel di Pekanbaru.
7.a, Hal ini dalam rangka menindak lanjuti kesediaan pihak hotel yg telah memberikan space dalam pelestarian pusaka dan budaya.
8. Mempromosikan @MissGrandIndo Internasional 2014 dari Pekanbaru. Cc: @Margenie_MG @prana_lim Ardiansyah Ian Tanjung
8.a, hal ini disambut baik olh tmn2 dri RH dan Bertuah utk membantu mempromosikan @Margenie_MG dlm mwakili Pekanbaru di ajang internasional.
Nah, itu tadi rangkuman hasil gathering kita kemarin, buat teman2 yg berminat volunteering tinggal dipilih mau terlibat dg yg mana.
Ituuu belum lagi masuk jadwal untuk ikutan Panen Madu Sialang di tanggal 14 September ini, serta ajakan untuk jelajah kampung dari pak Elmustian Rahman yang mesti diatur lagi jadwalnya 
Gimana RHers ‪#‎eh‬  Siaaapp????
BACA SELANJUTNYA di - Rangkuman Hasil Gathering Riau Heritage Jum'a 29 Agustus 2014

Selasa, 10 Juni 2014

Riau Heritage Team Jalan-Jalan

Sungai Subayang, Kampar Kiri Hulu - Riau
Entahlah apa bisa disebut dengan petualangan. Tetapi akhir minggu yang dihabiskan dengan teman-teman Riau Heritage kemarin di Desa Gema, Kampar Kiri Hulu, Kampar - Riau weekend kemarin benar-benar menyenangkan.
Perjalanan yang ditempuh lebih kurang 2.5 jam dari kota Pekanbaru itu tidaklah sia-sia. Lingkungan yang asri dan masih dikelilingi hutan itu menjadikan udara di desa yang terletak tak terlalu jauh dari ibu kota provinsi Riau ini masih sangat bersih untuk dihirup.

Rupanya kawasan ini berada mendekati kaki bukit barisan, itu sih yang dikatakan om Attayaya Yar Zam. Sungai Subayang yang jernih menjadi tempat kami - tiga anak gadis - yang ikut dalam rombongan kemping itu membersihkan diri. Oke, mandi di sungai yang tak mungkin dilakukan di Pekanbaru pastinya mengingat kondisi air sungai yang sangat berbeda dan apa gunanya kamar mandi kalau begitu.

Ternyata tak hanya aku, Febi IndriaMedha dan Amanda DhoLvii yang kegirangan bermain di tepian sungai Subayang tetapi ada sesosok makhluk lagi yang langsung berubah jadi kecebong selama kami kemping disana, Marihot Siregar benar-benar memanfaatkan waktunya sebaik mungkin untuk bermain air sebanyak yang dia bisa. Dalam satu hari, entah berapa kali dia menceburkan diri ke sungai itu.

Dan ternyatanya lagi (bahasa yg aneh) jauh-jauh datang untuk menginap di Desa Gema itu dimanfaatkan bang Dedi Ariandi untuk melanjutkan rapat #eh entah rapat entah diskusi entah sharing, yaaah itu lah kira-kira. Di malam harinya sambil ditemani dengan kuaci, kacang serta beberapa lampu colok kami membahas pesan dan kesan selama kegiatan "Bulan Pusaka 2014" yang baru saja selesai, divisi bisnisnya RH, kegiatan selama tahun 2014 ini di museum serta beberapa pe-er yang menunggu untuk segera dikerjakan. Banyak? yah lumayan lah.

Menyesal? Jelasnya tidak, karena keesokan harinya kami melanjutkan sesi main air ke Air Terjun Batu Dinding yang bisa dijumpai tak jauh dari tempat kami mendirikan tenda. Dengan menyewa sebuah perahu kami menyusuri sungai Subayang menuju ke tempat air terjun yang kami tuju. Dan selama perjalanan kami dimanjakan dengan pemandangan hijau yang lagi-lagi tidak kami lewatkan untuk selfie sepuasnya. Kiri-kanan dikelilingi hutan yang lebat dan perkampungan yang ternyata masih ada beberapa bangunan tua yang lagi-lagi kata om Yar seperti bangunan khas Belanda (semoga aku tak salah dengar) *bangunan itu lebih tepatnya rumah warga yang menghadap ke arah sungai.

Mencapai Air Terjun Batu Dinding ternyata harus melalui track yang cukup bikin kaki pegel (hasil nya kaki kakak punzel sakit setiba di Pekanbaru). Dengan beberapa korban gigitan pacet selama perjalan. Dan lagi-lagi si kecebong dadakan heboh luar biasa setiap kali melihat air mengalir.

Menceburkan diri tak dapat dielakkan setibanya di air terjun tersebut yah itulah yang terjadi, sayang nya bang Djemari Ijal ngga ikutan, dia lebih memilih memuaskan rasa kantuknya untuk tidur karena malamnya dia begadang dengan SuHendra SaPutra untuk memancing.

Setelah puas heboh-hebohan di Air Terjun Batu Dinding yang katanya ada tiga tingkat. Sayangnya kami hanya sampai di air terjun tingkat kedua. Tidak cukup kuat untuk melanjutkan ke tingkat pertama. Kami pun memutuskan untuk kembali ke Pekanbaru.

Tetapi sebelum ke Pekanbaru, kami sempatkan singgah ke desa Lipat Kain Selatan kecamatan Kampar Kiri . Om Hasrinaldi- Eri yg tau alamat lengkapnya, untuk melihat peninggalan lokomotif yang ada di daerah tersebut. Dan ternyata benar ada gerbong tua yang sepertinya peninggalan masa penjajahan Jepang ditengah-tengah kebun karet disana. Singgah sebentar untuk mendengarkan cerita tentang gerbong tersebut dari bang Ijal.

Setelah puas foto-foto kami pun beranjak pulang dan lagi-lagi dalam perjalanan menyempatkan diri untuk kembali foto-foto di Tugu Khatulistiwa yang ada di kota Lipat Kain.

Happy? Off course!!! Aku jadi punya cerita tentang tempatku tinggal sekarang. Ternyata di Riau masih banyak tempat yang bisa kita jelajahi dan eksplore dengan teman-teman.
BACA SELANJUTNYA di - Riau Heritage Team Jalan-Jalan

Senin, 26 Mei 2014

Bulan Pusaka 2014 resmi ditutup!

Bulan Pusaka Pekanbaru 2014 adalah acara yang ditaja oleh Yayasan Riau Heritage, acara Bulan Pusaka yang dimulai pada 18 April 2014 dan selesai pada 18 Mei 2014. Acara ini berlangsung selama sebulan penuh dan dikabarkan bahwa acara ini adalah acara terlama dalam memamerkan sajian pusaka Riau, Kegiatan terbagi dari dua sesi yaitu disiang hari dan kemudian dilanjutkan dimalam harinya.

Dalam melangsungkan acara ini, sebelumnya sudah terdapat beberapa relawan Riau yang tergabung dalam Panitia, Panitia dibagi tugas karena acara ini sangat banyak penampilan-penampilan menarik dan juga adanya lomba.

Acara Bulan Pusaka Pekanbaru dilaksanakan di Lt. II TB Gramedia Pekanbaru Jl.Sudirman.

Sudah sebulan penuh juga kita dari Riau Heritage merusuh dengan bangga di sana . Tentunya dengan dukungan para komunitas dan juga pengisi acara yang luar biasa. Entah apakah cukup disebutkan satu-satu atau tidak untuk rasa terimakasih yang teramat sangat atas kerjasamanya.

Diminggu pertama ada bang T Said Eka Nusirhan dari Siak Heritage dan Sanggar Tenunan Siak Mekar Permai, dan Juga bang Ujang dan Kak Dewi pengrajin tenun dari sanggar Rias Encik Hasnah.


Kemudian ada bang Oli Rinson untuk bedah buku, pak H. Yunus untuk pertunjukan Tradisi pengobatan Rentak Bulian yang udah datang jauh-jauh dari siak.



Juga ada teman-teman dari Rumah Budaya Siku Keluang terimakasih banyak om Heri Budiman atas bantuan dan kerja samanya.

Teman-teman dari Pcmi Riau yang sudah berkunjung dan Bantuan dari kak Alfa Nonie yang selalu siap membantu kita dari awal hingga akhir. Arigatou Gozaimas minna (Terimakasih banyak dalam Jepang)

Diminggu kedua ada Galeri Batik Semat Tembaga yang dipimpin oleh pak Amrun Salmon, serta dua orang pembatik cantik dari Dekranas Siak.



Lalu ada sanggar Latah Tuah dan juga teman-teman dari KOPMAS Madu Sialang dari Bangkinang serta adik-adik dari SMK PGRI Bangkinang yang turut serta meramaikan. Kalian luar biasa ^_^

Juga ada bang Griven. H. Putra untuk bedah bukunya yang sangat menarik.


Diminggu ketiga kembali ada kak Dewi dan kak Susi untuk kegiatan menekatnya dari Sanggar Rias Encik Hasnah.


Dan ada kakak kita Vitria Sushanti yang sudah membedah buku Malin Bonsu yang sempet bikin galau Tamin dan Febi IndriaMedha

Thanks juga buat teman-teman Ghazal dari Museum Sang Nila Utama Riau. Ada juga performance keren dari teman-teman STSR. ^^

Di minggu terakhir ada Pemutaran Video sampan tradisional yang digarap oleh teman-teman Bertuah TV Team hasilnya keyen gitu Terimakasih untuk Pak Taufik (pembuat perahu) yang sudah bersedia saat proses pembuatan sampannya kita acak-acak beberapa hari.


Lalu juga ada penampilan keren dari Kelatah Budak untuk penampilan Batu Belah Batu Betangkupnya yang bikin rusuh Gramedia.

Tidak Lupa juga teman-teman dari Riau Beraksi yang dipimpin oleh bang Willy Fwi yang ternyata si Aleph Ardvince juga tergabung disana. Thx yaa sudah meramaikan

Ada juga bang Jon Kobet yang sudah sharing banyak mengenai bukunya Cerita Rakyat Melayu Rokan. Banyak pengetahuan baru bang. terimakasih untuk kesediaannya datang jauh-jauh.

Tak Lupa buat Danny Rizkiramadhani dan teman-teman dari Swaraloka yang telah bersedia ikut serta merusuh di Gramedia Sudirman Pku .

Hampir terlupa, terimakasih juga buat teman-teman dari Gasing Kelana dan Sanggar Kasimiyah kalian kereeeeeen

Thx buat penampilan keren dari Spot Djantoeng dan bang @Parlindungan Ravelino yang selalu bersedia membantu setiap kali ditelfon mendadak

Untuk teman-teman dari Riau Mengajar ada Henny Rahmawati ID, Redha Alfian. Salam buat semuanya yaa maaf ngga kesebut.

Video Pembuatan Perahu Tradisional Riau Heritage


Sekian Ucapan Terimakasih kepada seluruh pengisi acara Bulan Pusaka 2014, Seniman-seniman Riau dan kepada masyarakat Riau yang telah ikut berpartisipasi dalam acara ini... Dan spesial kepada Panitia yang luar Biasa Semangat ;))) Sampai jumpa di acara Bulan Pusaka 2015, Wassalam
BACA SELANJUTNYA di - Bulan Pusaka 2014 resmi ditutup!

Jumat, 18 April 2014

KONTES Blog! GiveAway Bulan Pusaka Pekanbaru 2014

Bulan Pusaka Pekanbaru 2014

Wujud kepedulian terhadap kelestarian Pusaka Daerah di Provinsi Riau, Yayasan Riau Heritage bersama Gramedia Pekanbaru memiliki program untuk memperkenalkan keberadaan Pusaka Daerah kepada masyarakat Riau, khususnya kota Pekanbaru. Program ini diberi nama “Bulan Pusaka Pekanbaru 2014”.


Salah satu lomba yang akan diadakan adalah Kontes Blog Bulan Pusaka Pekanbaru 2014, kami mengajak partisipasi masyarakat yang mengunjungi acara Bulan Pusaka Pekanbaru 2014 untuk mengikuti Kontes Blog.
Karena banyaknya rangkaian acara di Pojok Harian maupun Mingguan, maka Kontes Blog ini menyuruh peserta menceritakan Kemeriahan setiap sudut yang ada di acara Bulan Pusaka Pekanbaru 2014.


Syarat Peserta
  1. Blogger yang memiliki blog aktif platform apapun (Blogspot, Wordpress, Tumblr).
  2. Memiliki alamat di Riau dan pernah menghadiri acara Bulan Pusaka Pekanbaru 2014 yang diselenggarakan selama sebulan
  3. Setiap blogger hanya mengikutsertakan 1 (satu) artikel.
Ketentuan Umum
  1. Tema postingan : “Kemeriahan Bulan Pusaka Pekanbaru 2014”.
  2. Judul bebas
  3. Panjang artikel Minimal 400 kata.
  4. Artikel wajib memasang  foto acara yang diceritakan.
  5. Foto hendaknya milik sendiri yg diambil sendiri menggunakan gadget sendiri atau minjam.
  6. Boleh menggunakan bahasa Indonesia resmi, bahasa Indonesia gaul (tapi bukan gaul yang seperti ini 4kU 5uK4 d14), maupun bahasa Inggris. Di mix juga silahkan.
  7. Artikel yang di ikutkan tidak bersinggungan dengan SARA serta tidak memprovokasi orang untuk melakukan tindakan negatif.
  8. Artikel yang didaftarkan dalam kontes ini belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun dan di media manapun.
  9. Pada bagian akhir postingan silahkan ditambahkan kalimat : Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Blog : Bulan Pusaka Pekanbaru 2014
  10. Cantumkan gambar (*) dan beri link hidup yang mengarah ke web www.riauheritage.org

Waktu Kontes
  1. Kontes Blog Bulan Pusaka Gramedia Pekanbaru dimulai tanggal  18 April 2014.
  2. Penutupan pendaftaran 16 Mei 2014 jam 16.00 wib.
  3. Pengumuman pemenang dilaksanakan tanggal 18 Mei 2014 jam 19.00 wib.

Ketentuan Tambahan yang Wajib :
Cara pendaftaran via twitter @bulanpusaka dengan mencantumkan hastag #GABulanPusaka

Gambar (*)


Script :
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-3ViWClerqYA/U1AX2EnbpaI/AAAAAAAABhM/zLwvY_bi1dA/s1600/new+copy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-3ViWClerqYA/U1AX2EnbpaI/AAAAAAAABhM/zLwvY_bi1dA/s1600/new+copy.jpg" height="400" width="300" /></a></div>


 Selamat Berjuang, Semoga Anda yang menjadi Pemenang! :D

BACA SELANJUTNYA di - KONTES Blog! GiveAway Bulan Pusaka Pekanbaru 2014

Selasa, 25 Februari 2014

Desa Adat, Kebakaran Hutan dan Asap Riau @DediAriandi1 dan Al Azhar


Cagar Biosfer Giam Siak Kecil - Bukit Batu (GSK-BB)
milik Pojok Photo cc: Bang Fiko dan @RiauMagz

Diskusi @DediAriandi1 dan Al Azhar tentang Desa Adat, Kebakaran Hutan dan Asap Riau

1. Seperti banyak UU di Indonesia, UU Desa Adat juga belum memiliki Peraturan Pemerintah dan Petunjuk teknis #asapriau

2. Menurut UU tersebut, yang masuk ktgr Desa Adat, memiliki struktur pemerintahan adat, teritori dan hukum adat yang masih berlaku #asapriau

3. Jadi kondisinya adalah masih ada dan sebagian masih berlaku. #asapriau

4. Melihat kategori Desa Adat sesuai UU, di Riau banyak daerah yg memiliki potensi utk menerapkan UU ini #asapriau

5. Yg harus sgr dilakukan, pemetaan kawasan yg memiliki potensi menjadi Desa Adat, terutama di kawasan2 yg mayoritas org Melayu #asapriau

6. Bukan desa2 yg terbentuk dari program transmigrasi tentunya #asapriau

7. Yg telah memulai adalah Batu Rijal di Indragiri Hulu, dengan sistem adat Tiga Lorong #asapriau

8. Yg kawasan Tambusai, Rambah, Kepenuhan, Kunto Darusalam dan Rokan IV Koto di Rokan Hulu dg sistem adat Lima Luhak #asapriau

9. Palalawan juga dengan sistem adat Pebatinan yang mencakup 29 Pebatinan #asapriau

10. Pebatinan adalah sistem pemerintahan adat yang dipimpin oleh seorang batin #asapriau

11. Begitu juga Kuansing dan Siak yang memiliki potensi untuk penerapan desa adat #asapriau

12. Dalam hukum adat, ada peraturan dalam pembukaan lahan untuk perkebunan dan pertanian #asapriau

13. a. Masyarakat adat tidak akan membuka lahan di kawasan gambut #asapriau

14. b. Lendang/seladangan adalah lahan yang dibersihkan dari material yg mudah terbakar yang harus dibuat sebelum membuka lahan #asapriau

15. Lendang/seladangan akan memisahkan hutan dengan lahan yang akan dibuka dengan sistem dibakar #asapriau

16. c. Pembakaran lahan dilakukan pada ujung musim kemarau. Sktr 2-3 minggu sebelum masuk musim penghujan #asapriau

17. Logikanya, sesudah lahan dibuka, bibit yang ditanam memerlukan air yang cukup untuk tumbuh #asapriau

18. d. Waktu menunggu hujan digunakan untuk "memerun", membersihkan kayu sisa2 pmbkrn dgn mengonggokn #asapriau

19. e. Pohon berdiameter 4-10 cm tidak dibakar, yang akan digunakan untuk "kalang" (pembatas) #asapriau

20. Selain untuk kalang yang membatasi jenis tanaman, juga utk membuat pondok, kandang, "junjung" (kayu untuk tanaman jalar) #asapriau

21. f. Lahan dibakar untuk menyuburkan tanah akibat abu2 hasil bakaran kayu sekaligus memperlambat tumbuhnya rumput liar #asapriau

22. g. Ketika membakar lahan, ada praktek2 "transenden" seperti membaca arah angin. #asapriau

23. h. Membakar lahan tidak dilakukan sendiri2 tetapi bersamaan dalam satu "banjar" (kawasan perladangan) #asapriau

24. Satu banjar biasanya dimiliki oleh beberapa pemilik yang terbagi dari kavling2 #asapriau

25. Maka membaca arah angin sgt penting, agar kegiatan kegiatan pembukaan lahan menjadi efektif utk satu banjar #asapriau

@riauheritage @raiumagz @RiauInfo @pekanwak @infoPKU bantu sebarin kultwit diskusi dg pak Al Azhar ttng Desa Adat dan Asap di Riau #asapriau

@PromoRiau @riaumagz @RiauInfoCom bantu sebarin kultwit diskusi dg pak Al Azhar ttng Desa Adat dan Asap di Riau, bisa titip tanya #asapriau

26. Istirahat dulu ya, pak Al Azhar ada tamu dadakan, sesepuh dan tokoh masyarakat Riau. jadi yg punya pertanyaan boleh titip nih #asapriau

27. Dgn aturan2 adat sprt td hrsnya bencana asap tdk akan melanda Riau #asapriau

28. Dan salah satu kebijakan/ petuah dalam hukum adat adalah "Jangan dihabiskan". Satu kalimat yg memiliki makna sgt luas #asapriau

29. Saat ini ada 3 klmpk msyrkt yg berkpntngan dgn lahan. Baik hutan maupun non. #asapriau

30. Klmpk pertama, msyrkt bisnis yg berkumpul dlm perusahaan2, dgn aturan2 bisnisnya yg diatur oleh pemerintah #asapriau

31. Kedua, klmpk msyrtk Adat, yg bukan hanya mematuhi aturan2 pmrnth tetapi jg aturan2 Adat #asapriau

32. Ke3, klmpk perantau, yg membawa mimpi dan harapan2 mereka utk memperbaiki kesejahteraan ekonomi mrk #asapriau

33. Sejauh ini msh blm teridentifikasi dgn pasti, dari 3 klmpk trsbt, mana yg menggunakan lahan gambut dan main bakar tnp aturan #asapriau

34. Klmpk bisnis juga tdk selalu mengikuti aturan bisnis, saat ini ada 1 prshn Malaysia yg sdg mnjlani proses hukum di Palalawan #asapriau

35. cek http://t.co/P0RuzwLbHj, ttng PT Adey Plantation #asapriau

36. Saat ini jg blm ada teknologi alternatif pnggnti sistem "bakar" u buka lahan yg bisa digunakan klmpk msykt adat juga perantau #asapriau

37. Sebagian penelitian mengajukan penggantian mata pencaharian #asapriau

38. Tapi mengubah budaya itu bkn hal yg mudah, dan kebun sawit msh mnjd "sumber emas" yang mnjanjikan #asapriau

39. Solusi jangka pendek, dgn teknologi alternatif, solusi jangka panjang penggantian mata pencarian #asapriau

40. Jika sistem Desa Adat dapat diterapkan, maka akan ada restorasi hukum adat di kawasan tersebut #asapriau

41. Hukum adat terhadap pembukaan lahan akan ikut pulih #asapriau

42. Dgn pulihnya hukum adat dalm pembukaan lahan, maka "Orang2 Patut" akan mempunyai kewenangan menegakkan adat #asapriau

43. Termasuk dalam menegakkan hukum adat yg berkaitan dgn praktek2 ekonomi diantaranya dalah pembukaan lahan #asapriau

44. Saat ini ada aturan pemerintah pelarangan pembakaran hutan, tetapi aturan itu tidak ditegakkan atau ditegakkan dgn stgh hati #asapriau

45. Inti dari semua persoalan asap adlh menyempitnya lahan akbt pmberiaan hak konsesi penggunaan lahan yg besar2an di Riau #asapriau

46. Hal ini mengakibatkan msyrkt berlomba2 utk mndptkn/menguasai lahan yg tersisa dan mmfungsikan semata2 utk fungsi2 ekonomis #asapriau

47. Hal ini diperparah dg tinggi migrasi k Riau sbsr 3%/tahun dari populasi Riau #asapriau

48. Jika sistem Desa Adat diterapkan, imigran akan didorong untuk masuk ke dalam bingkai aturan adat setempat #asapriau

49. Imigran akan diatur oleh Penghulu Dagang, yg merupakan bagian dari struktur kepemimpinan adat #asapriau

50. Mereka dibawa mengalami praktek "Di Mana Bumi Dipijak Di Situ Langit Dijunjung, Di Mana Air Disauh Di Situ Ranting Dipatahkan" #asapRiau

51. Sehingga ada 2 klmpk msyrkt yg dpt diatur menggunakan hukum adat #asapriau

52. Kita berharap, PP Desa Adat dpt sgr disahkan, sehingga UU Desa Adat dpt sgr diterapkan, melalui Perda Kab/Kota #asapriau

53. LAM Riau, berharap hingga 2015 kita telah memiliki desa adat di setiap kabupaten dan kota #asapriau

54. Sehingga penerapan UU Desa Adat ini bisa menjadi solusi jangka menengah dari masalah #asapriau

55. Solusi jangka pendek lainnya, menerapkan Reward n Punishment kpd desa2 yg ada, yg dilakukan oleh setiap pemerintah kota/kabptn #asapriau

56. Contoh, desa yg melakukan pembkrn lahan tanpa aturan akan mendapt pengurangan biaya pembngunan #asapriau

57. Koreksi, jika ada warga desa yg mlkkn pmbkrn lahan #asapriau

58. Dan sebaliknya, jika ada desa yang dpt mengawal warganya utk tdk mmbkr lahan akan mendpt penmbhn biaya pmbgnn #asapriau

59. Baik sstm R n P maupun PP dari UU Desa Adat bnr2 tergntung dari niat baik pemerintah kita. Fiuh #asapriau

60. Ok tweeps, itu hasil diskusi dgn Ketua hari LAM Riau, pak Al Azhar bgmn penerapan Desa Adat bisa mmbantu penanggulangan asap #asapriau
BACA SELANJUTNYA di - Desa Adat, Kebakaran Hutan dan Asap Riau @DediAriandi1 dan Al Azhar

Rabu, 22 Januari 2014

Kegiatan Untuk Museum Sang Nila Utama Pekanbaru 2014


LATAR BELAKANG
Kegiatan ini berawal dari kebutuhan Riau Heritage akan sebuah laboratorium, sebagai tempat mengembangkan kesadaran nilai pusaka dan pelestariannya bagi masyarakat Riau. Hal ini juga untuk meningkatkan kemitraan antara Yayasan Riau Heritage dengan pihak Museum Sang Nila Utama. Kemitraan sebelum ini diawali dengan peringatan Hari Pusaka Dunia pada Aguslus 2013, yang kemudian menjadi hubungan yang saling menguatkan dan bermanfaat bagi pelestarian pusaka Riau.

TUJUAN
# Memberikan nilai tambah dan pengalaman baru bagi pengunjung yang datang ke Museum Sang Nila Utama.
# Menjadikan museum sebagai pusat kegiatan pendidikan pelestarian pusaka Riau.
# Secara perlahan merubah paradigma masyarakat, bahwa museum hanya tempat melihat barang tua dan kuno. Museum seharusnya menjadi salah satu tempat pengenalan perjalanan panjang suatu permukiman dari masa awal hingga saat ini.
# Memperpanjang waktu kunjungan sehingga dapat meningkatkan nilai bisnis di museum.
# Berkontribusi pada peningkatan jumlah pengunjung museum baik secara langsung maupun tidak langsung

KEGIATAN YANG AKAN DILAKSANAKAN
MEMBATIK
# Kegiatan interaktif bagi setiap pengunjung yang ingin mencoba proses pembuatan batik dan dapat membawa pulang hasil pekerjaannya.
# Bekerjasama dengan Sanggar Semat Tembaga pimpinan Encik Amrun Salmon yang akan menyediakan peralatan, tenaga kerja dan material membatik.
# Pengunjung dikenakan biaya sesuai dengan panjang proses membatik yang ingin dipelajarinya.

HERITAGE MEMORY SNAP SHOOT
# Menawarkan kepada pengunjung sebuah cendera hati yang secara langsung melibatkan mereka pada kenangan masa lalu dan sekaligus kenangan kunjungan.
# Bekerjasama dengan Sapu Lidi Center yang akan mempersiapkan sebuah studio mini non permanen yang dilengkapi dengan backdrop suasana interior rumah kayu dan pilihan pakaian tradisional.
# Hasil foto akan langsung dicetak dan diberi frame khusus khas kunjungan ke museum Sang Nila Utama.
# Hari operasional : Jumat, Sabtu dan Minggu

PELATIHAN INSTRUKTUR PENGUKURAN BANGUNAN PUSAKA

# Mempersiapkan tenaga terampil untuk melatih siswa SMK sebagai calon tenaga pengukur di kota/Kabupaten di Provinsi Riau.
# Biaya pelatihan gratis bagi 12 orang peserta. Peserta menanggung biaya transportasi, akomodasi dan konsumsi pribadi di luar jam pelatihan.
# Bekerjasama dengan Pusat Dokumentasi Arsitektur (Jakarta) yang akan mempersiapkan dua orang tenaga pelatih dan program pelatihan.
# Jadwal pelaksanaan diperkirakan Minggu kedua Maret 2014.

SEMINAR PENGENALAN DAN PEMELIHARAAN NILAI PUSAKA
# Ditujukan kepada perwakilan guru-guru SMP dan SMA di Kota Pekanbaru.
# Diarahkan untuk membuat sebuah kegiatan ekstrakurikuler baru yang berkaitan dengan pengenalan nilai pusaka.
# Biaya seminar gratis bagi 50 orang peserta.
# Materi diberikan oleh arkeolog.

PELATIHAN PEMBUATAN FILM DOKUMENTER
# Mempersiapkan tenaga terampil untuk melakukan pendokumentasian pusaka secara mandiri dan berkualitas.
# Biaya pelatihan gratis bagi 15 orang siswa SMA di kota Pekanbaru.
# Kegiatan berlangsung beberapa sesi di akhir minggu
# Jadwal : Setiap akhir minggu di bulan Agustus 2014

SEMINAR ORNAMEN DI TANAH MELAYU RIAU
# Ditujukan kepada masyarakat umum
# Memberikan gambaran lengkap esensi dan jenis-jenis ornamen yang ada dan berkembang di Tanah Melayu Riau
# Biaya seminar gratis bagi 100 orang peserta
# Materi diberikan oleh peneliti muda dari Pasir Rokan Hulu
# Jadwal : Minggu kedua November 2014

TURNAMEN PATUK LELE
# Meningkatkan sisi kompetisi pada salah satu permainan rakyat yang dikenal di hampir
seluruh kawasan Asia Tenggara.
# Melakukan riset pada permainan tradisional sebagai bahan acuan pembuatan aturan baru yang lebih kompetitif tanpa kehilangan akar budaya
# Mengembangkan atribut permainan terutama peralatan keselamatan dan seragam pemain.
# Melakukan promo di berbagai media online dengan target peserta siswa SMA atau sederajat
# Jadwal : Mei -Juni 2014

JAMBOREE PERMAINAN RAKYAT
# Merupakan kegiatan penutup tahun
# Berisikan pameran foto permainan-permainan rakyat dan perlombaan.
# Modifikasi peraturan dan peralatan yang digunakan untuk meningkatkan unsur kompetitif.
# Jadwal : November 2014

SUSUNAN PANITIA
Untuk mengelola kegiatan ini, Yayasan Riau Heritage membentuk Panitia Pelaksana yang bekerja selama satu tahun hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan dengan baik.
Ketua : DediAriandi
Wakil : Julianto
Sekretaris : Sri Dewi
Bendahara : Angel Akmaresa
Koordinator Keg. lnteraktif : D. Athri Kasih
Koordinator Seminar : Fitria
Koordinator Pelatihan : Rio Hamdani
Koordinator Turnamen : Putra


Untuk mewujudkan pelaksanaan kegiatan ini, dengan target dan kualitas yang mencerminkan tingginya nilai pusaka yang kita miliki, kami mengundang Tuan dan Puan, untuk ikut berpartisipasi mendukung pendanaan kegiatan ini, baik secara pribadi maupun korporat.

Sifat kegiatan yang non-profit mendorong kami untuk tidak menetapkan besaran dan tingkatan sumbangan dana yang dapat Tuan dan Puan berikan. Besar sumbangan dapat Tuan dan Puan berikan sesuai dengan anggaran yang telah kami susun.

Partisipasi Tuan dan Puan akan kami sebutkan dan cantumkan dalam setiap promo di seluruh media dan dekorasi di area pelaksanaan.

Atas kesediaan Tuan dan Puan meluangkan waktu untuk menerima kami, membaca tulisan kami dan mempelajari kegiatan kami ini, kami ucapkan terimakasih.

Semoga perkenalan melalui tulisan ini dapat berlanjut menjadi hubungan kerjasama dalam kegiatan-kegiatan pelestarian pusaka di Riau.

BACA SELANJUTNYA di - Kegiatan Untuk Museum Sang Nila Utama Pekanbaru 2014

Sabtu, 18 Januari 2014

Disdikbud: Selamatkan Situs Budaya Riau


Siak sebagai salah satu kawasan icon budaya melayu di Riau memiliki berbagai situs budaya yang cukup dikenal. Bukan hanya dalam negeri namun juga hinge luar negeri. Adanya situs budaya tersebut memerlukan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Siak melalui dinas terkait.

Oleh karenanya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siak pada tahun 2014 ini akan melakukan berbagai terobosan dalam upaya penyelamatan situs budaya. Khususnya yang banyak terdapat di Kecamatan Siak dan Mempura. Kabid Kebudayaan H Said Muzani SH kepada wartawan, Rabu (8/1) mengatakan, salah satu agenda penyelamatan situs budaya ini adalah dengan menurunkan tim ahli cagar budaya dari BPCB Batusangkar Sumatera Barat.

Lebih lanjut Ia menegaskan, terutama penyelamatan terhadap situs budaya yang belum tercatat dalam peraturan yang dibuat pemerintah. BPCB sendiri adalah Balai Pengkajian Cagar Budaya yang berkedudukan di Batu Sangkar, Sumatera Barat dan membawahi Provinsi Sumatera Barat, Jambi, Riau dan Kepri. Dijelaskan Muzani, langkah pertama adalah melakukan pendataan berapa banyak situs yang belum termasuk sebagai cagar budaya.

Termasuk membentuk Tim Ahli Cagar Budaya yg terdiri dari para ahli bidang purbakala, sejarah dan budayawan, sekaligus tim pendaftaran cagar budaya sesuai dengan aturan dan ketentuan yg telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar mantan Kepala Pengelola Istana Siak tersebut. “Insya Allah tahun ini kita laksanakan kegiatan penelitian dan pengkajian terhadap situs-situs tersebut. Sehingga kita dapat menetapkan bahwa situs budaya itu menjadi cagar budaya yang perlu diperhatikan secara serius oleh pemerintah,” ungkap Muzani.

Selain itu, Muzani menambahkan Disdikbud melalui bidang kebudayaan akan melakukan akan rehab gudang mesium di Kecamatan Siak serta mengadakan pengkajian terhadap bangunan-bangunan peninggalan sejarah seperti rumah conteleur dan gedung landraad di Benteng Hilir.
Ia menyebutkan, sesuai dengan UU Cagar Budaya No 10/2011 bahwa bangunan peninggalan yang bersejarah di atas usia 50 tahun akan dilakukan kajian baik sejarah maupun struktur bangunan, “Kita sangat bersyukur karena Siak banyak sekali peninggalan bersejarah dibandingkan tempat lain di Riau. Karena Siak adalah sebuah kerajaan melayu terbesar di pesisir timur sumatera dahulunya, namun belum semua peninggalan tersebut diperhatikan secara maksimal,” sebutnya.
BACA SELANJUTNYA di - Disdikbud: Selamatkan Situs Budaya Riau

Kamis, 16 Januari 2014

BULAN PUSAKA GRAMEDIA PEKANBARU 2014


LATAR BELAKANG DAN PEMAKNAAN 7
Berawal dari ide luhur pihak Gramedia Pekanbaru untuk terlibat dalam pelestarian pusaka Riau dengan memberikan ruang dan waktu bagi penggiat pelestari pusaka untuk mengenalkan kekayaan dan nilai penting pusaka budaya di Riau kepada para pengunjung toko buku Gramedia Pekanbaru.

Penggiat pelestari pusaka bersama Gramedia berusaha untuk menyebarluaskan informasi dan pemahaman atas Pusaka Indonesia, Pusaka Alam, Pusaka Budaya termasuk juga Pusaka Saujana. Pusaka Indonesia adalah pusaka alam, pusaka budaya dan pusaka saujana. Pusaka alam adalah bentukan alam yang istimewa. Pusaka budaya adalah hasil cipta, rasa, karsa dan karya yang istimewa dari lebih 500 suku bangsa di Tanah Air lndonesia, secara sendiri-sendiri, sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia dan dalam interaksinya dengan budaya lain sepanjang sejarah keberadaannya. Pusaka saujana adalah gabungan pusaka alam dan pusaka budaya dalam kesatuan ruang dan waktu.

NAMA DAN BENTUK KEGIATAN
lde luhur tersebut diterjemahkan menjadi kegiatan dengan tajuk “BULAN PUSAKA GRAMEDIA PEKANBARU”. Kegiatan ini diisi dengan berbagai bentuk kegiatan interaktif, pertunjukan kesenian, lomba, diskusi dan pameran selama satu bulan penuh.

TEMPAT DAN WAKTU
Kegiatan akan dilaksanakan di lantai dua Gedung Pusat Gramedia Pekanbaru, Jl. Sudirman Pekanbaru Riau mulai tanggal 01 - 30 April 2014. Acara Pembukaan 04 April 2014 pukul 19.00 WIB. Sedangkan Acara Penutupan akan dilangsungkan 27 April 2014 pukul 19-09 Wib.

JENIS-JENIS KEGIATAN
> Tari
> Lomba Mewarnai
> Lomba Tebak Gambar
> Lomba Menggambar
> Lomba Puzzle
> Lomba Berbalas Pantun
> Lomba Give Away Blog
> Lomba Fotografi
> Kegiatan Membatik
> Bedah Buku
> Silat
> Photo Box
> Tonel
> Kegiatan Pembuatan Perahu
> Makan Sirih
> Kegiatan Menekat
> Stand L’Chees Factory
> Kegiatan Bertenun
> Musik Tradisi
> Pameran Foto
> Baca Puisi
> Ghazal
> Nyanyian Panjang
> Heritage Rally

DESKRIPSI SINGKAT KEGIATAN
Diawali dengan acara pembukaan yang menampilkan budaya tari persembahan, kompang, silat dan makan sirih dan dimeriahkan dengan stand L’Cheese di area depan toko buku Gramedia, pengunjung dihantar ke area utama Bulan Pusaka Gramedia Pekanbaru dengan suasana kental kesenian Melayu Riau. Di lantai dua, pengunjung akan disuguhkan ratusan foto-foto pusaka Riau, kegiatan membatik yang akan bergantian dengan kegiatan menekat, menenun dan juga membuat perahu.

Selama satu bulan, dekorasi di lantai dua akan dirubah bemuansa pelestarian pusaka. Suasana ini akan diperkuat dengan banyaknya kegiatan harian yang silih berganti tampil seperti, tari, permainan musik, pembacaan puisi, lomba berbalas pantun, bedah buku, lomba mewarnai, lomba menggambar, tonel, lomba tebak gambar, lomba puzzle, nyanyi panjang dan juga lomba fotografi.

Seluruh rangkaian acara akan ditutup dengan kegiatan Heritage Rally bagi pengunjung toko buku Gramedia serta penyerahan hadiah bagi para pemenang seluruh lomba yang telah diadakan.

KEPANITIAAN
Pengelola kegiatan ini adalah kepanitiaan bersama antara pihak Gramedia Pekanbaru dengan Yayasan Riau Heritage beserta beberapa komunitas yang terlibat secara langsung. Dalam hal ini, Yayasan Riau Heritage berperan sebagai Panitia Pelaksana dan penanggung jawab keseluruhan acara.

SUSUNAN PANITIA INTI
Ketua : TaufikAsmara
Wakil : Hefflin Lazuardi
Sekretaris : D. Athri Kasih
Bendahara : Tengku Dini

UNDANGAN PARTISIPASI
Untuk mewujudkan pelaksanaan kegiatan ini dengan target dan kualitas yang mencerminkan tingginya nilai pusaka yang kita miliki, kami mengundang Tuan dan Puan, untuk ikut berpartisipasi mendukung pendanaan kegiatan ini, baik secara pribadi maupun korporat.

Sifat kegiatan yang non-profit mendorong kami untuk tidak menetapkan besaran dan tingkatan sumbangan dana yang dapat Tuan dan Puan berikan. Besar sumbangan dapat Tuan dan Puan berikan sesuai dengan anggaran yang telah kami susun.

Sumbangan Tuan dan Puan, jika diijinkan akan kami sebutkan dan cantumkan dalam setiap promo di seluruh media dan dekorasi Lantai 2 Toko Buku Gramedia Pekanbaru.

Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi :
Taufik Asmara : 085278904001
Dedi Ariandi : 081268123044
BACA SELANJUTNYA di - BULAN PUSAKA GRAMEDIA PEKANBARU 2014